Jumat, 21 Juni 2019 19:09

HUT ke-18, Ajay Pilih Saran Dibandingkan Kritik

Reporter : Fery Bangkit 
Wali Kota Cimahi, Ajay Muhammad Priatna dan Wakil Wali Kota Cimahi, Ngatiyana di dampingi istri.
Wali Kota Cimahi, Ajay Muhammad Priatna dan Wakil Wali Kota Cimahi, Ngatiyana di dampingi istri. [ferybangkit]

Limawaktu.id - Wali Kota Cimahi, Ajay Muhammad Priatna mengakui sejauh ini belum ada perubahan signifikan di Kota Cimahi memasuki usia ke-18 tahun ini.

Hal itu disampaikan Ajay usai Rapat Paripurna Istimewa HUT Kota Cimahi ke-18 di DPRD Kota Cimahi, Jumat (21/6/2019). Menurutnya, pihaknya terus bekerja untuk agar Cimahi lebih baik lagi.

Baca Juga : HUT Kota Cimahi ke-18: Apa itu Quadruple Helix dan Akselerasi UMKM Kota Cimahi?

"Bukan tidak ada perubahan, tapi belum banyak. Tidak mungkin Cimahi betul-betul diam di tempat, masyarakat harus adil mengakui ada hal yang sudah kami kerjakan," katanya.

Di usia 18 tahun ini, dia berharap Cimahi bisa berkembang semakin baik sesuai dengan harapan masyarakat. "Intinya di usia yang ke 18 ini, Cimahi harus semakin baik dan berkembang bersama-sama. Kritik boleh, tapi lebih baik berikan saran," tandasnya.

Baca Juga : HUT Kota Cimahi:Pemkot Cimahi Janjikan BLK, ini Informasi Terbarunya!

Terpisah, Pengamat Pemerintahan Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) Cimahi, Arlan Sidha menilai, belum banyak mengalami perubahan signifikan yang dirasakan oleh masyarakat selama kepemimpinan Ajay-Ngatiyana. Kota Cimahi terkesan masih stagnan dan tidak berkembang.

"Kalau secara substansial memang belum ada perubahan mendasar yang dilakukan oleh Ajay dan Ngatiyana selama mereka memimpin. Bisa dikatakan kalau Cimahi ini tidak berkembang," ujar Pengamat Politik dan Pemerintahan Unjani, Arlan Siddha, saat ditemui, Jumat (21/6).

Baca Juga : Kemesraan Legislatif dan Eksekutif Buat Cimahi Semakin Berkembang

Seharusnya, selama 1 tahun 8 bulan memimpin, keduanya bisa memberikan perubahan bagi Cimahi yang secara usia bisa dibilang sudah dewasa.

"Ini HUT Cimahi ke 2 selama mereka memimpin, dari tahun sebelumnya saya rasa belum banyak program yang dilaksanakan. Misalnya program dasar seperti pembangunan, pengurangan kemacetan, pengurangan pengangguran, semuanya masih kurang dirasakan," tuturnya.

Masyarakat wajar menuntut perubahan yang dibawa oleh keduanya, mengingat mereka menjanjikan sesuatu saat mereka berkampanye memperebutkan posisi sebagai pemimpin Cimahi.

Dari segi porsi kerja, belakangan justru masyarakat melihat ada kerenggangan antara Ajay dan Ngatiyana, yang memang datang dari latarbelakang berbeda.

"Jujur pasti banyak yang merasakan dua-duanya ini agak merenggang, tidak seharmonis awal mereka jadi pemimpin. Bisa jadi, mereka sudah mulai mengamankan posisi masing-masing dan akan berhadapan langsung di Pilkada 2022 nanti, sudah cukup waktunya untuk berbicara soal kontestasi," tegasnya.

Baca Lainnya

Topik Populer

Berita Populer