Limawaktu.id - Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) Nasional telah merilis hasil akreditasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Hasilnya, rumah sakit daerah itu meraih akreditasi bintang 4 (peringkat utama).
Prestasi ini menjadi catatan yang cukup membanggakan mengingat RSUD Cikalongwetan baru beroperasi 1 tahun 10 bulan. Melebihi raihan RSUD Cililin dan RSUD Lembang yang sudah lama beroperasi dan hanya meraih akreditasi bintang tiga.
"Setelah melalui proses panjang dan didatangi oleh tim surveyor KARS untuk melakukan penilaian kinerja rumah sakit selama empat hari, akhirnya RSUD Cikalongwetan mendapatkan penilaian akreditasi bintang empat atau peringkat utama," terang Direktur Utama RSUD Cikalongwetan, Ridwan Abdullah Putra, Jumat (14/6/2019).
Dia menjelaskan, penilaian kinerja rumah sakit yang dilakukan KARS mencakup 15 Kelompok Kerja (Pokja). Dari 15 pokja di RSUD Cikalongwetan, 12 pokja diantaranya lulus dengan nilai di atas 80 sehingga mendapatkan predikat bintang 4.
RSUD Cikalong Wetan ini bisa mencapai paripurna atau bintang 5 jika dalam 3-6 bulan ke depan bisa memperbaiki tiga Pokja, yakni Prognas, KKS, dan MIRM yang nilainya masih di bawah 80.
Ke depan, lanjut Ridwan, pihaknya juga sedang mempersiapkan diri menjadi rumah sakit Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat bisa lebih cepat.
Sebab dengan status sekarang maka birokrasi menjadi panjang dan segala kebutuhan harus melalui Dinas Kesehatan. Termasuk bertekad menjadi rumah sakit yang berbasis teknologi informatika, sehingga menjadi pilot project bagi rumah sakit di KBB bahkan di Jawa Barat.
Menurutnya, akreditasi merupakan pengakuan dari pemerintah melalui lembaga independen yang ditunjuk kepada pihak rumah sakit karena telah memenuhi standar yang ditetapkan.
Sehingga rumah sakit dapat meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dan memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Capaian yang diperoleh dari akreditasi ini sebagai pintu masuk bagi rumah sakit untuk naik level dari kelas D ke kelas C dan menjadi syarat mutlak bisa bekerjasama dengan BPJS Kesehatan.
Anggota Komisi IV DPRD KBB yang juga warga Cikalongwetan, Sundaya mengaku bangga dan menyampaikan apresiasi tinggi kepada pimpinan dan seluruh karyawan RSUD Cikalongwetan yang telah meraih akreditasi bintang. Dirinya berharap ke depan RSUD paling bungsu di KBB ini setelah RSUD Cililin beroperasi tahun 2012, dan RSUD Lembang tahun 2014, bisa menjadi rumah sakit kebanggaan dan pusat rujukan utama di KBB.
“Saya minta pemda melalui Dinas Kesehatan dapat terus memberikan dukungan ke RSUD Cikalongwetan dalam upayanya menjadi BLUD. Sehingga ke depan bisa menjadi role model pengembangan rumah sakit di KBB," imbuhnya.