Sabtu, 17 Desember 2022 9:35

Hati-hati Cuaca Ekstrem, Ada Jalur Wisata Nataru Rawan Longsor

Reporter : Iman Nurdin
Kepala Dinas BMPR Jabar, Bambang Tirtoyuliono saat menjawab pertanyaan wartawan tentang kesiapan jalur wisata dan mudik pada libur Nataru di Kantor DBMPR, Bandung, Jumat (16/12/2022)
Kepala Dinas BMPR Jabar, Bambang Tirtoyuliono saat menjawab pertanyaan wartawan tentang kesiapan jalur wisata dan mudik pada libur Nataru di Kantor DBMPR, Bandung, Jumat (16/12/2022) [Iman Nurdin]

Bandung, Limawaktu.id,- Cuaca ekstrim menjadi salah penyebab kerusakan ruas jalan di Provinsi Jawa Barat. Bahkan saat perbaikan, cuaca ekstrim menjadi salah satu hambatan optimalisasi perbaikan.

"Meski demikian, kami terus berupaya mengerahkan segala kemampuan, termasuk menerapkan teknologi terbaru dalam perbaikan ruas jalan provinsi," kata Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) Provinsi Jawa Barat, Bambang Tirtoyuliono saat jumpa pers di Kantor DBMPR Jabar, Jumat (16/12/2022).

Cuaca ekstrim ini, lanjut Bambang, telah menentukan beberapa titik rawan longsor dan banjir sepanjang ruas jalan provinsi. Titik-titik tersebut akan dipersiapkan Posko dengan dilengkapi alat berat.

"Ini persiapan kita dalam menghadapi libur natal dan tahun baru (Nataru), sejak pekan ini hingga 3 Januari 2023 mendatang," paparnya.

Bambang menyebutkan, sedikitinya 43 Posko Nataru didirikan tersebar di 27 jalur 114 ruas jalan provinsi. Ruas jalan tersebut biasa digunakan sebagai jalur wisata. Selain itu, pihak DBMPR juga mempersiapkan 22 posko dengan perlengkapan alat berat yang siap digunakan.

“Posko-posko dengan perlengkapan alat berat ini ditempatkan di lokasi yang berpotensi bencana cukup tinggi. Salah satunya di Talegong, Kabupaten Garut dan di Palangpang, Ciletuh, Kabupaten Sukabumi," ujar Bambang.

Kawasan tersebut, lanjut Bambang, menjadi rawan bencana longsor. Apalagi jalur Talegong, Garut dan Palangpang, Sukabumi termasuk yang kerap terjadi longsoran material yang bisa menutup jalan. "Kami berharap semua warga dan pengguna jalan agar berhati-hati jika melewati jalur tersebut," harapnya.

Sementara itu, persiapan libur Nataru pihak DBMPR Jabar akan membereskan 1.100 lubang di jalur-jalur wisata. Berdasarkan pantauan hingga 14 Desember 2022 lalu, di 184 ruas jalan untuk jalur wisata teridentifikasi di mudik Nataru 361 lubang, dan 739 lubang diantaranya di jalur alternatif Nataru.

“Totalnya ada 1.100 lubang. Kita harus tuntaskan hingga 21 Desember ini sudah harus tidak berlubang,” katanya.

Bambang mengibau, para pemudik dan wisatawan pada libur Nataru tetap berhati-hati saat melewati daerah-daerah yang rawan bencana. "Apalagi saat ini masih ada ancaman cuaca ekstrim,” pungkas Bambang.

Baca Lainnya