Kamis, 1 Maret 2018 10:27

Hasi Tes Urine Pegawai RSUD Cikalongwetan KBB Bikin Merinding

Reporter : Fery Bangkit 
 Tes Urine Pegawai RSUD Cikalongwetan KBB.
Tes Urine Pegawai RSUD Cikalongwetan KBB. [Limawaktu]

Limawaktu.id - Sejumlah pegawai di lingkungan Rsud Cikalongwetan Kabupaten Bandung Barat (KBB) dikabarkan positif menggunakan Narkoba. Hal itu dilihat berdasarkan hasil tes urine yang dilakukan Badan Narkotika Nasional (BNN) KBB.

Informasi tersebut dibenarkan Kepala BNN KBB, Sam Norati Martiana. Namun, dirinya enggan menyebutkan jumlah orang yang dinyatakan positif narkoba.

"Untuk jumlahnya akan kami sampaikan melalui surat resmi ke RSUD pada Kamis (1/3)," katanya, Rabu (28/2/2018).

Dirinyanya menjelaskan, tindakan selanjutnya bagi mereka yang positif menggunakan narkoba tidak dibawa ke ranah hukum. Melainkan akan dilakukan rehabilitasi yang cocok dengan keinginan mereka agar terbebas dari bahaya narkoba.

Dikataknnya, kemungkinan BNN KBB akan memberikan bantuan berupa rehabilitasi bagi pegawai RSUD Cikalongwetan yang dinyatakan positif menggunakan narkoba.

"Ini kan bukan operasi di lapangan, tapi permintaan RSUD untuk melakukan tes urine. Namun, tetap kami akan dalami dari mana mereka mendapatkan barang berbahaya tersebut," kata Sam yang juga enggan menyebutkan jenis narkobanya.

Terpisah, Direktur RSUD Cikalongwetan dr. Ridwan Abdullah tak menyangkal adanya pegawai RSUD Cikalongwetan yang positif menggunakan narkoba.

"Informasi yang kami terima dari pihak BNN, memang benar ada beberapa petugas kami yang positif menggunakan narkoba setelah dilakukan tes urine kemarin, itu disampaikan secara lisan kepada kami. Untuk jumlahnya, kami menunggu surat resmi dari BNN," kata.

Sampai saat ini, lanjut dia, belum diketahui sejumlah pegawainya yang positif narkoba merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) atau hanya karyawan biasa.

"Kita juga belum tahu, mereka yang dinyatakan positif ini ASN atau pegawai biasa. Kalau memang terbukti ASN tentu kami akan proses sesuai aturan yang berlaku. Sementara bagi pegawai, tentu kami akan putus kontrak. Karena kebanyakan yang dites kemarin merupakan calon pegawai di RSUD ini," ujarnya.

Ridwan menyebutkan, pada pelaksanaan tes urine lalu, dilakukan secara mendadak bagi seluruh pegawai terdiri dari petugas kesehatan seperti dokter dan perawat hingga petugas keamanan dengan jumlah mencapai 274 orang.

"Termasuk saya sendiri mengikuti tes urine ini. Karena saya ingin seluruh pegawai yang bekerja di RSUD ini terbebas dari narkoba," paparnya.

Baca Lainnya