Selasa, 3 April 2018 14:34

Harga Dua Komoditas Pangan di Cimahi Masih Lampaui HET

Reporter : Fery Bangkit 
Salah seorang pedagang beras eceran di Pasar Atas Cimahi.
Salah seorang pedagang beras eceran di Pasar Atas Cimahi. [Limawaktu]

Limawaktu.id,- Harga beras jenis medium di tingkat eceran di Kota cimahi tercatat masih melebihi Harga Eceran Tertinggi (het).

Padahal, Kementrian Perdagangan (Kemendag) telah mengeluarkan
Permendag Nomor 57 Tahun 2017 tentang HET Beras, yang menyebutkan harga beras kualitas medium dipatok maksimal Rp9.450/kilogram.

Bahkan, Menteri Perdagangan RI, Enggartiasto Lukita menegaskan, seluruh pedagang beras di pasar tradisional harus menjual beras sesuai HET mulai 1 April 2018.

Namun, harga beras di saat ini di Kota Cimahi melebihi harga HET. Dilansir dari uptpasar.cimahikota.go.id harga rata-rata beras medium Rp9.538/kilogram, sementara harga batas HET Rp9.450/kilogram.

Panenang (60), salah seorang pedagang beras eceran di Pasar Atas Cimahi menuturkan, ia mengetahui tentang pembatasan HET oleh pemerintah. Namun, saat ini dirinya belum bisa mengikutinya.

"Sekarang saya jual beras sedeng (medium) itu Rp 10-11 ribu. Sekarang belum normal harganya jadi masih di atas itu (HET)," katanya saat ditemui, Selasa (3/4/2018).

Dikatakannya, harga yang ia jual di pasaran itu tergantung harga di tingkat petani. Untuk saat ini, harga di tingkat petani pun tergolong tinggi.

"Kalau kita menyesuaikan dengan harga petani. Kalau udah normal mah bisa kejar harga HET. Tapi kalau sekarang belum," ujarnya.

Selain beras, harga minyak goreng di pasaran juga melebihi HET yang ditetapkan pemerintah. Dalam HET, pemerintah menetapkan HET minyak 1 liter itu Rp 10.000-11.000. Sementara minyak 0,5 liter maksimal Rp6.000.

Namun di lapangan, harga minyak malah lebih dari HET yang ditetapkan. "Saya jual minyak goreng yang setengah liter itu Rp 7 ribu, yang 1 liter Rp 12-14 ribu," kata Iis (50), salah seorang pedagang Pasar Atas Cimahi.

Baca Lainnya