Sabtu, 5 Januari 2019 18:21

Harga BBM Non Subsidi Untungkan Jokowi di Pilpres 2019

Reporter : Fery Bangkit 
Salah Seorang Pengendara Tengah Mengisi BBM di SPBU Cilember, Kota Cimahi, Sabtu (5/1/2019).
Salah Seorang Pengendara Tengah Mengisi BBM di SPBU Cilember, Kota Cimahi, Sabtu (5/1/2019). [Fery Bangkit/Limawaktu]

Limawaktu.id - Adanya kebijakan pemerintah pusat dalam menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi dinilai bakal meningkatkan popularitas Joko Widodo dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Pasalnya, dengan adanya kebijakan itu, kepercayaan masyarakat terhadap petahana bakal meningkat. Sebab Jokowi dianggap mampu mengendalikan kondisi perekonomian negara akan semakin tinggi dengan adanya penurunan harga BBM tersebut.

Baca Juga : Pertalite dan Pertamax Resmi Turun, ini Respon Warga

"Jelas (menguntungkan), penurunan BBM ini kan situasinya kebetulan bertepatan dengan tahun politik. Saat ini Jokowi sebagai Calon Presiden sekaligus pemangku pemerintahan," kata Arlan Sidha, Pengamat Politik Unjani Cimahi saat dihubungi melalui sambungan telepon, Sabtu (5/1/2018).

Jadi, tegas dia, kebijakan baru itu akan berimbas terhadap citra positif terhadap Jokowi, meskipun adanya penurunan BBM ini karena faktor turunnya harga rata-rata minyak mentah dunia dan penguatan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat.

Menurut Arlan, Jokowi pun tidak mungkin menurunkan harga BBM, ketika harga minyak mentah dunia harganya dalam kondisi yang tinggi atau harganya tidak turun seperti saat ini, sehingga hal ini tidak bisa disebut pencitraan dari Jokowi.

"Jadi ini bukan strategi politik Jokowi, tetapi ini hanya bagian dari pemerintah dalam bekerja dalam melayani masyarakat. Namun akan berimbas pada elektabilitas Jokowi," kata Arlan.

Meski bakal menguntungkan petahanan, Arlan menyebut pandangan masyarakat terkait penurunan BBM harus dipisahkan dengan ranah politik maupun kerja pemerintah.

Hal itu, kata dia, karena adanya penurunan BBM ini memang murni kerja pemerintah agar perekonomian Indonesia tetap stabil dan tidak ada hubungannya dengan ranah politik maupun Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

"Bahkan ini juga tidak bersinggungan dengan kubu 02  (Prabowo). Karena ini merupakan program ekonominya pemerintahan Jokowi untuk menjaga stabilitas ekonomi di Indonesia," ujar Arlan.

Atas hal itu, kata dia, penurunan harga BBM ini tidak akan merugikan siapapun, termasuk tidak akan merugikan Calon Presiden Prabowo Subianto dan Cawapres Sandiaga Uno dalam Pilpres nanti. Namun, menurut Arlan, tetap akan ada pro dan kontra dikalangan masyarakat apabila penurunan harga BBM tersebut disangkut pautkan dengan Pilpres tahun 2019 karena saat ini memang tahun politik.

"Kalau saya melihat, pro kontra paling hanya sebatas pertanyaan dari masyarakat saja. Kenapa penurunan BBM ini pas tahun politik, sebatas itu saja sih. Tapi itu kan bukan sesuatu yang wah karena memang harga minyak dunia sedang turun," katanya.

Seperti diketahui, harga BBM non subsidi turun per 5 Januari 2019. Berdasarkan data yang dihimpun dari www.pertamina.com, ada lima jenis BBM non subsidi yang mengalami penurunan. Yakni jenis Pertalite turun Rp150/liter, Pertamax turun Rp200/liter, Pertamax Turbo turun Rp250/liter, Dexlite turun Rp200/liter serta Dex turun Rp100/liter.

Dengan penurunan itu, maka harga BBM jenis Pertalite saat ini ialah Rp7.650/liter, Pertamax Rp10.200/liter, Pertamax Turbo Rp12.000/liter, Dexlite Rp10.300/liter serta Dex Rp11.750/liter.

Baca Lainnya