Senin, 24 September 2018 19:09

Hadiri Pelatihan Pemandu Wisata, Wakil Wali Kota Cimahi Beberkan Tanggal Launching Wisata Heritage

Reporter : Fery Bangkit 
Wakil Wali Kota Cimahi, Ngatiyana (tengah) Berfoto Bersama Para Pemandu Wisata Usai Menggelar Pelatihan di Aula Gedung B Pemkot Cimahi, Jln. Rd. Hardjakusumah, Senin (24/9/2018).
Wakil Wali Kota Cimahi, Ngatiyana (tengah) Berfoto Bersama Para Pemandu Wisata Usai Menggelar Pelatihan di Aula Gedung B Pemkot Cimahi, Jln. Rd. Hardjakusumah, Senin (24/9/2018). [Fery Bangkit/limawaktuid]

Limawaktu.id, - Program wisata bersejarah yang dikemas dalam 'Wisata Heritage Tourism' bakal dilaunching pada 15 Desember 2018.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Wali Kota Cimahi, Ngatiyana usai menghadiri acara 'Pelatihan Pemandu Wisata' di Aula Gedung B Pemkot Cimahi, Jalan Rd. Hardjakusumah, Senin (24/9/2018).

Baca Juga : Nasib Rumah Jagal Hewan di Cimahi Tunggu Hasil Kajian

Rencananya, kata Ngatiyana, launching akan dimulai dari Pusdik Armed, Rumah Sakit Dustira, Stasiun, Pemasyarakatan Militer, Kerkof Kuburan Belanda hingga Kampung Adat Cireundeu.

"Jika wisata militer itu nantinya sudah jadi, untuk di Kampung Adat Cireundeu akan disiapkan foto-foto sejarah Kota Cimahi, outbond, pelatihan belanegara dan kuliner khas Cireundeu," jelas Ngatiyana.

Baca Juga : Rumah Jagal Hewan di Cimahi Terbengkalai, Pegiat Heritage: Pemkot Cimahi Kebingungan

Pihaknya akan bersurat ke kepada petinggi Tentara Nasional Indonesia (TNI). Hal tersebut perlu dilakukan mengingat destinasi wisata heritage mayoritas adalah mikik instansi militer. Selain itu, saat launching nanti akan bersamaan dengan Hari Juang Kartika.

Sebagai persiapan, pihaknya juga akan menyiapkan kendaraan khusus seperti Bandung Tour On The Bus (Bandros) seperti di Kota Bandung, tetapi akan dikemas secara berbeda.

Baca Juga : Soal Kelanjutan RPH, Pemkot Tunggu Penyelesaian PERDA

Sedangkan ditempat militer, lanjutnya, akan menyediakan teater terbuka dan menyiapkan alutsista yang dimiliki anggota militer, sehingga pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak militer.

"Tapi untuk sementara kita akan menyediakan mobil TNI yang di Kota Cimahi, seperti mobil truk kreo atau mobil antik milik militer saat launching pertama," katanya.

Ditempat yang sama Kepala Bidang Pariwisata Disbudparpora Kota Cimahi, Ero Kusnadi, mengatakan dengan didakannya wisata militer tersebut diharapkan para wisatawan bisa melihat bangunan yang termasuk dalam heritage.

"Karena Kota Cimahi bagian dari sejarah militer Belanda pada saat itu. Jadi biarkanlah orang bisa nostalgia ke Cimahi," katanya.

Untuk itu, lanjutnya, instansi terkait harus menjaga struktur bangunan heritage jangan sampai dirubah agar tidak mengurangi nilai sejarahnya, sehingga harus tetap dipelihara.

Semenrara untuk pengelolaannya, kata dia, pihaknya sudah mulai berkerjasama dengan Asosiasi Travel Indonesia (ASITA) Jawa Barat.

"Sebagai buktinya, bahkan salah seorang narasumber pelatihan pemandu wisata ini dari ASITA, jadi kami hanya memfasilitasi supaya nanti ada wisatawan mereka yang memandunya," tandasnya.

Baca Lainnya