Jumat, 17 Mei 2019 17:13

Hadapi Arus Mudik 2019, Dishub KBB Pasang 12 Kamera Pemantau

Reporter : Fery Bangkit 
ilustrasi.
ilustrasi. [net]

Limawaktu.id - Sebanyak 100 personel Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung Barat (KBB) bakal disiagakan selama musim mudik dan arus balik lebaran 2019.

Selain personel, pihaknya juga sudah menyiapkan berbagai sarana dan prasarana untuk pemantauan maupun rekayasa lalu lintas.

Baca Juga : Pemudik Gratis di Cimahi Siap Diberangkatkan, ini Rutenya!

Kepala Dishub KBB Ade Komarudin didampingi Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub KBB Vega Priambodo mengatakan, pihaknya akan menyiapkan dua posko, yakni di Padalarang dan Lembang. Di Bandung Barat, jalur yang biasa ramai digunakan oleh pemudik ialah di Padalarang, baik yang lewat Cipatat maupun Cikalongwetan.

"Kalau jalur, untuk Lebaran itu simpulnya di Padalarang, dari sebelum sampai sesudah hari H. Kalau jalur di Lembang itu kebanyakan untuk wisata, jadi bukan untuk jalur mudik. Kami menyiapkan dua posko, di Padalarang dan Lembang," kata Vega di kantornya, Ngamprah, Jumat (17/5/2019).

Baca Juga : Jumlah Personel Mudik di Cimahi-KBB Terungkap dalam Rakor

Dikatakannya, kesiapan berbagai sarana dan prasarana juga kian dimatangkan. Di antaranya ialah traffic cone, rambu portable, water barrier, maupun closed-circuit television (CCTV). Di lapangan, kata dia, penerapan rekayasa lalu lintas atau kanalisasi dilakukan bekerja sama dengan pihak kepolisian.

"Untuk CCTV, jumlahnya ada 12 titik. Di antaranya Padalarang, Batujajar, lalu di Lembang ada di beberapa titik. Monitor buat CCTV itu ada di Kantor Wasdal di Padalarang. Keberadaaan CCTV itu sangat membantu kami dalam mengambil langkah cepat mengatur lalu lintas," ungkapnya.

Baca Juga : Jika 'Ngeyel' Pakai Mobil Dinas untuk Mudik, Aa Umbara:Tanggung Sendiri Risikonya!

Berbeda dengan tahun sebelumnya, Vega mengaku bahwa pada arus mudik kali ini kendaraan yang melintas di KBB sulit diprediksi akan mengalami peningkatan atau penurunan. Pasalnya, Polri berencana melakukan kebijakan satu arah atau one way di jalan tol. Namun, dia memperkirakan jumlah kendaraan relatif bertambah.

"Sebelum hari-H, tol dipakai untuk kendaraan dari Jakarta. Jadi, yang mau ke Jakarta lewat jalan biasa. Makanya, kami belum bisa memprediksi untuk jumlah kendaraan tahun ini. Namun, tahun ini ada kecenderungan naik, karena buat motor kan enggak terpengaruh kebijakan one way itu," ucapnya.

Baca Lainnya