Kamis, 31 Maret 2022 13:40

H-15 Tidak Ada Lubang di Ruas Jalan Provinsi

Reporter : Iman Nurdin
Kadis DBMPR Jabar Bambang Tirtoyuliono memberikan paparan kesiapan Ramadhan dan Lebaran 2022, di Kantor DBMPR (32/03/2022).
Kadis DBMPR Jabar Bambang Tirtoyuliono memberikan paparan kesiapan Ramadhan dan Lebaran 2022, di Kantor DBMPR (32/03/2022). [Iman Nurdin]

Bandung (Limawaktu.id ), - Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) Provinsi Jawa Barat menyiapkan langkah strategis untuk persiapan jalan mantap pada Ramadhan dan mudik Lebaran 2022 mendatang. Salah satunya dari 39000 lubang di jalan provinsi, tersisa 17.000 lubang yang harus selesai H-15. 

"Tim Sapu Jalan terus melakukan penutupan, sedikitnya 5000 lubang per minggu. Tersisa saat ini 17.000 lubang dari 39.000 lubang sejak akhir 2021 lalu. Target kita H-15 sudah tuntas," kata Kadis DBMPR Bambang Tirtoyuliono, di Kantor DBMPR, Kamis (31/03/2022). 

Menurut Bambang, kemantapan jalan pada akhir 2021 mencapai 82.15 persen. Sisanya, kemantapan jalan ini terus dilakukan melalui tim sapu jalan, terutama mengatasi lubang di jalan-jalan. 

"Dari 2360 kilometer jalan provinsi ini, tersisa 900 kilometer yang belum mantap. Salah satunya yang terasa oleh warga adalah jalan berlubang. Inilah yang kita benahi sampai H-15 lebaran, " imbuhnya. 

Bambang menegaskan, hampir 70 persen kondisi jalan karena umur teknis yang sudah akan habis. Usia teknis jalan antara usia 10 tahun. Selain itu faktor teknis lain adalah cuaca dapat mempengaruhi kondisi jalan. "Cuaca menjadi faktor sangat berpengaruh pada kemantapan jalan. Ini bisa membuat lubang baru, " imbuhnya. 

Faktor teknis lain, Bambang melanjutkan, beban kendaraan. Padahal undang-undang lalulintas no 2 tahun 2022, kendaraan di jalan provinsi diperbolehkan 8 ton. "Beban lalulintas kendaraan ini kerap membuat lubang baru, " katanya. 

Sementara itu, kesiapan mudik dan liburan lebaran tahun ini, DBMPR sudah memetakan lokasi rawan longsor di ruas jalan provinsi dan lokasi wisata. Sedikitnya ada 47 titik rawan longsor. 

"Pada 2021, terdapat 47 titik rawan longsor. Kita mempersiapkan alat berat di 6 wilayah (UPTD) dan alat berat standby di Satuan Unit pelayanan (SUP) yang rawan longsor, " paparnya. 

Di 6 wilayah UPTD, rata-rata membawahi 5 hingga 6 SUP. Pihak DBMPR Jabar mempersiapkan posko lebaran. 

"Terdapat tim yang standby di posko-posko DBMPR, ada hotline yang bisa dikontsk 24 jam. Sehingga , posko ini bisa segera melakukan jika terjadi longsor, " katanya. 

Pihak DBMPR sendiri akan memasang informasi kondisi jalan. Hal ini akan membuat pengguna jalan berhati-hati kondisi apapun. 

Baca Lainnya

Topik Populer