Limawaktu.id, Cianjur – Ada berbagai cara dilakukan dalam meningkatkan Gerakan Literasi di masyarakat, salah satunya dengan melakukan Inovasi literasi baik dikalangan sekolah, keluarga dan masyarakat, seperti yang dilakukan oleh Gerakan Literasi Nasional (GLN) Gareulis Jawa Barat, yang dilaksanakan di Pesantren Al Hanif, Kecamatan Cibeber Kabupaten Cianjur, Sabtu dan Minggu, 2 dan 3 Mei 2026.
Dalam kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini, Gerakan Literasi Nasional (GLN) Gareulis Jawa Barat kembali menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem masyarakat literat melalui program inovasi TALENTA (Tantangan Literasi Nusantara). Program yang kini memasuki edisi ketiga ini dirancang bukan sekadar sebagai ajang perlombaan, melainkan sebagai sebuah proses pembiasaan karakter yang sistematis.
Hj. R. Yulia Yulianti, Ketua Umum GLN Gareulis Jawa Barat, menjelaskan bahwa program TALENTA memiliki keunikan karena mewajibkan peserta melewati proses edukasi yang komprehensif sebelum menghadapi tantangan.
"Kami memberikan paket lengkap melalui empat tahap diklat. Hal ini penting karena peserta tidak mungkin mengikuti lomba tanpa pemahaman yang mendalam tentang literasi sekolah, keluarga, maupun masyarakat," ujar Yulia Yulianti saat memberikan keterangan mengenai visi program tersebut.
Menurut wanita yang akrab disapa Bunda ini, Pembiasaan menjadi sebagai Kunci Perubahan, salah satu pilar utama program TALENTA adalah durasi pelaksanaannya yang mencapai tiga bulan. Yulia menekankan bahwa mengubah perilaku dan menumbuhkan kegemaran membaca tidak bisa dilakukan secara instan.
"Pembiasaan itu minimal membutuhkan waktu 21 hingga 41 hari untuk terbentuk. Itulah alasan mengapa TALENTA dijalankan secara konsisten selama tiga bulan. Kami ingin anak-anak dan peserta lainnya benar-benar menjadikan literasi sebagai bagian dari gaya hidup mereka," kata Yulia.
Dia menjelaskan, Lahir di Kota Bandung, GLN Gareulis kini terus memperluas jangkauan manfaatnya ke seluruh wilayah Jawa Barat, bahkan menargetkan dampak secara nasional. Program ini pun telah mendapatkan dukungan luas dari berbagai lapisan, mulai dari pemerintah daerah, praktisi pendidikan, hingga tokoh literasi nasional.
Baru-baru ini, sebagai bentuk pengembangan dari semangat TALENTA, GLN Gareulis Jabar juga telah meluncurkan Rumah Literasi dan Terminal Baca di Bandung pada April 2026 sebagai wadah fisik bagi masyarakat untuk berkarya.
"Harapan kami, gerakan ini tidak hanya berhenti di Bandung, tetapi mampu menciptakan Jawa Barat yang literat dan berkontribusi nyata bagi literasi Nusantara," jelas Yulia.
Saat ini, GLN Gareulis Jabar terus membuka peluang kolaborasi bagi sekolah, komunitas, dan individu yang ingin bergabung dalam ekosistem literasi ini melalui berbagai program unggulan mereka.

Sementara itu, Ketua GLN Kabupaten Cianjur Fitria Nur Rosyidah mengatakan, pihaknya bersyukur Kabupaten Cianjur bisa menjadi tempat pelaksanaan TALENTA ketiga yang berlangsung di Pesantren Al Hanif, Kecamatan Cibeber Kabupaten Cianjur.
“Alhamdulillah, rasa syukur dan apresiasinya atas kesempatan menjadi bagian dari program ini. Keragaman latar belakang peserta menjadi kekuatan utama dalam memperluas jangkauan literasi,” kata Fitria.
Dia melanjutkan, pesertanya sangat beragam, mulai dari Gerakan Literasi Sekolah (GLS), masyarakat, hingga keluarga dan perorangan. Khusus dari Cianjur saja, sudah terdata kurang lebih 200 peserta yang berpartisipasi dalam berbagai kategori.
Bagi Fitria, target utama keikutsertaan kontingen Cianjur dalam TALENTA bukanlah tumpukan piala, melainkan pembentukan kebiasaan (habituasi) yang berkelanjutan. Ia menyoroti dampak nyata yang mulai terlihat, terutama dalam aktivitas digital para peserta.
"Bukan hanya piala yang ingin kita dapatkan, tapi yang terpenting adalah habituasi literasi. Kami melihat dampak yang sangat positif. Di media sosial kini penuh dengan konten-konten kreatif," lanjut Fitria..
Fitria mencontohkan bagaimana peserta aktif mengunggah video sedang mereview buku, membuat cerpen, membaca puisi, hingga kegiatan religi seperti membaca Al-Quran.
Salah satu fenomena unik yang ia ceritakan adalah antusiasme para pengawas dari Dinas Pendidikan dan Pemuda Olahraga (Disdikpora) yang mengikuti kategori perorangan.
"Sangat seru melihat para pengawas tetap menyempatkan berliterasi dan mengaji di kantor, lalu mendokumentasikannya sebagai konten positif. Ini adalah contoh nyata literasi di lingkungan kerja," tambahnya.
Sedangkan salah satu siswi Pesantren Al Hanif yang juga peserta Program TALENTA, Alya mengungkapkan, Kehadiran GLN Gareulis Jawa Barat melalui program TALENTA dinilai sebagai langkah progresif untuk menjawab tantangan rendahnya minat baca dan tulis di Indonesia. Melalui materi-materi diklat yang aplikatif seperti literasi untuk tingkat TKA hingga teknik mendongeng ia optimistis generasi mendatang akan lebih akrab dengan dunia sastra.
"Harapan saya, dengan kegiatan ini, kita semua menjadi lebih aktif dalam bidang sastra dan literasi. Ini adalah upaya bersama untuk meningkatkan kualitas literasi bangsa kita, Indonesia," pungkas Alya.