News

GIBAS Cimahi Dorong Kemandirian Anggota Lewat Budidaya Lele dan Sayuran

Limawaktu.id, Kota Cimahi - Ada hal menarik dilakukan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Gabungan Inisiatif Barisan Anak Siliwangi (GIBAS) Resort Kota Cimahi, yang dimotori oleh Gerakan Mahasiswa dan Pelajar (GMP) Cinta Damai,  sebuah organisasi sayap dari GIBAS di Kota Cimahi.

Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Gabungan Inisiatif Barisan Anak Siliwangi (GIBAS) Resort Kota Cimahi mulai mendorong program pemberdayaan ekonomi berbasis lingkungan dan kemandirian anggota. Program tersebut dimotori oleh Gerakan Mahasiswa dan Pelajar (GMP) Cimta Damai, sebagai organisasi sayap GIBAS di Kota Cimahi.

Ketua Resort GIBAS Kota Cimahi, Nurdin Hidayat, mengatakan program tersebut menjadi langkah awal membangun kemandirian organisasi melalui sektor pertanian dan peternakan sederhana berbasis rumah tangga.

“Ada program dari Bu Dr. Dewi dan Dr. Yanti untuk kemandirian sebagai ormas maupun GMP. Yang dikedepankan adalah gerakan mahasiswa dan pelajar GIBAS. Sudah lama kami ingin bergerak di bidang pertanian dan peternakan,” kata Nurdin, usai pelaksanaan Halal Bi Halal dan Focus Group Discussion, Gerakan Mahasiswa dan Pelajar (GMP) Cinta Damai, Kamis, 14 Mei 2026.

Menurut Nurdin, program awal yang akan dijalankan adalah budidaya lele menggunakan media ember atau sistem sederhana yang mudah diterapkan oleh seluruh anggota. Ia menargetkan setiap anggota GIBAS minimal memiliki satu ember budidaya lele di rumah masing-masing.

“Minimal satu anggota GIBAS satu ember. Di atasnya bisa ditanam sayuran cepat panen seperti kangkung,” katanya.

Konsep tersebut dinilai sederhana namun memiliki dampak besar terhadap pembentukan karakter mandiri, kepedulian lingkungan, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi anggota organisasi.

Selain budidaya lele, anggota juga diarahkan menanam berbagai jenis sayuran cepat panen yang mudah dibudidayakan di lingkungan rumah. Hasil panen nantinya direncanakan akan dipasarkan ke sejumlah restoran hingga warung online milik komunitas sendiri.

“Anak-anak GIBAS harus berdiri sendiri dan cinta lingkungan. Kita belajar pemberdayaan dulu. Kalau mereka sudah senang dan terbiasa, nanti akan berkembang menjadi usaha yang lebih besar,” ungkap Nurdin.

Ia menambahkan, program tersebut sepenuhnya digerakkan secara mandiri sambil menunggu dukungan dari pemerintah, khususnya Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan).

“Modal awalnya sederhana, cukup ember besar dan bibit. Lele dipilih karena kuat bertahan hidup, sedangkan kangkung sangat mudah ditanam dan murah,” jelasnya.

 Narasumber FGD Dr. Yanti Krismayanti memaparkan, kegiatan FGD ini merupakan hal yang positif dan bermanfaat bagi anggota GIBAS, Tidak hanya fokus pada pertanian dan peternakan, GIBAS Cimahi juga harus mampu  mengembangkan pemberdayaan di sektor konstruksi.

“Peningkatan keterampilan dan sertifikasi tenaga kerja konstruksi menjadi penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia anggota GIBAS,”paparnya.

“Kami berharap ke depan anggota memiliki skill dan sertifikasi kerja konstruksi. Jadi nilai manusianya meningkat, nilai ekonominya juga naik,” katanya.

Program ini diharapkan menjadi wadah kolaborasi dan pemberdayaan bersama bagi anggota GIBAS, khususnya generasi muda, agar mampu tumbuh menjadi insan yang produktif, profesional, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan ketahanan pangan keluarga.

Sedangkan Dr. Dewi Rahma Sari menerangkan, Jadi semua anak-anak GIBAS itu mereka menanam dan beternak leleh dan nilah di rumah masing-masing. Juga sayuran yang cepat panen.

“Nanti kita akan insya Allah disalurkan ke beberapa restoran. Kita juga punya warung online sendiri ya,” terang Dewi.

Dijelaskan Dewi, untuk kegiatan tersebut Dananya dilakukan secara  mandiri sambil menunggu bantuan dari dari Dispangtan. Dengan menggunakan ember, anggota GIBAS bisa menanam sayuran sekaligus beternak lele.

“Jadi ember aja, ember besar satu atau ember yang biasa aja. Kemudian lele itu karena kuat, kuat bertahan hidupnya. Kemudian untuk bibit kangkung, sebetulnya kangkung itu bekas di warung dipotong-potong aja batangnya itu bisa tumbuh. Atau bibit kangkung juga itu sangat murah Rp15.000 itu sudah  banyak banget,” jelasnya.

Baca Lainnya

Radio Limawaktu Klik untuk memutar