Sabtu, 20 Agustus 2022 23:35

Generasi Muda Harus Tingkatkan Kesadaran Perubahan Iklim dan Ketahanan Pangan

Reporter : Iman Nurdin
Gerakan 10 juta pohon dicanangkan Kementerian PMK bersama Astra Tbk dan sekolah binaannya, Sabtu (20/08/2022)
Gerakan 10 juta pohon dicanangkan Kementerian PMK bersama Astra Tbk dan sekolah binaannya, Sabtu (20/08/2022) [Istimewa]

Malang (limawaktu.id),- Ketahanan pangan dan climate change menjadi isu global penting yang harus diperhatikan. Terlebih lagi isu  lingkungan hidup krusial dimana di Indonesia  saat ini rentan mengalami banyak bencana alam. Ini harus disadari seluruh elemen masyarakat terutama generasi muda.

Hal ini disampaikan Deputi Revolusi Mental Pemajuan Kebudayaan dan Prestasi Olahraga, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Didik Suhardi, saat melakukan Kick off Penanaman Pohon - Gerakan Revolusi Mental, di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kabupaten Malang. Acara ini bekerjasama dengan PT Astra International Tbk yang membina 3.336 SMK.

"Mari kita mencari solusi, mengurangi risiko bencana," katanya. Aris berharap, Gerakan Penanaman 10 juta Pohon ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menyadari persoalan lingkungan saat ini. "Dunia ini sedang dihadapkan pada global warming dan climate change. Ini sangat menghantui kita," kata Didik dalam keterangan pers, Sabtu (20/08/2022).

Sebagai contoh, menurutnya iklim sudah tidak menentu sehingga membuat petani kebingungan harus menanam apa.Sekarang saja harusnya musim kemarau, tapi di beberapa daerah sudah banjir. Petani bingung, harus nanam apa," katanya.

Lebih lanjut dia katakan, kesadaran pentingnya penanaman pohon ini mutlak untuk memperkuat ketahanan pangan dalam negeri. "Gerakan 10 juta pohon ini selain diharapkan meningkatkan gotong royong untuk lingkungan, juga diharapkan terjadi kemandirian pangan," katanya.

Dia merasa risau karena saat ini Indonesia masih tinggi impor pangannya. Padahal, sebagai negara agraris, menurutnya Indonesia mampu memproduksi pangan sendiri.

"Sekarang impor buah-buahan masih tinggi. Kalau beli buah, bandingkan berapa persennnya yang lokal. Rata2 impor, apel, anggur, jeruk, jambu bahkan impor. Ini ironis. Indonesia katanya agraris. Tapi di sisi lain impor buah-buahan triliunan," katanya.

Oleh karena itu, dia berharap semua pihak bersama-sama melakukan penanaman pohon. "Menanama 10 juta pohon ini harus jadi gerakan agar bersama-sama dilakukan seluruh masyarakat. Kami sebagai kemenko yang membidangi pembangunan manusia dan menjadi penanggungjawab gerakan nasional revolusi mental, tentu tidak mungkin bisa berjalan sendiri," katanya.

Dia berharap SMK khususnya binaan Astra menjadi motor dalam menggerakan kegiatan ini. "Tentu SMK sebagai salah satu pilar di sistem pendidikan, harapannya berkontribusi besar, harapannya Astra membantu kami supaya kemandirian pangan dan buah-buahan bisa dilakukan," katanya.

Asisten Daerah Pemerintah Kabupaten Malang, Suwadji, menjelaskan, pihaknya bersyukur acara ini dilakukan di wilayahnya. "Ini kehormatan. Kehadiran di Kabupaten Malang merupakan wujud perhatian pusat. Kami akan mendukung bersama-sama," katanya.

Pihaknya pun siap mengawal kegiatan ini dengan menyebarkan semangat menjaga lingkungan khususnya menanam pohon kepada masyarakat Kabupaten Malang. "Semangat ini juga harus terdistribusikan ke masyarakat, utamanya generasi muda yang akan jadi penerus," katanya.

Dia juga kembali mengingatkan agar warganya bisa berkontribusi dalam penanaman pohon. "Saya berharap warga Kabupaten Malang bisa berpartisipasi dan mendukung berbagai upaya konservasi maupun revitalisasi alam ini, dari siapapun. Mudah-mudahan apa yang kita upayakan dapat membuahkan hasil maksimal," katanya.

Head of CSR Astra, Bima Krida Pamungkas, bersyukur SMK binaannya, Muhammadiyah 1 Kepanjen Kabupaten Malang, dipilih Kemenko PMK dalam program Gerakan Penanaman 10 juta Pohon ini. "Terima kasih terus memberikan atensi dan apresiasi kepada binaan kami," katanya.

Menurut dia, selama pihaknya berupaya meningkatkan kapasitas SMK. Salah satunya SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen yang berbasis lingkungan. "Kami sangat bahagia, program kami bisa bermanfaat, tepat sasaran dan berkelanjutan. Kami concern mengembangkan sekolah-sekolah berbasis lingkungan," katanya.

Lebih lanjut dia katakan, sejak 2008 Astra berupaya turut serta dalam perbaikan lingkungan. Melalui program Astra untuk Indonesia Hijau, terdapat dua area konservasi yang dikembangkan bersama beberapa mitranya.

"Pada 2022 ini, kami pun sudah menanam pohon seluas 550 ha bersama masyarakat desa binaan," katanya. Tak hanya itu, komitmennya dalam pelestarian lingkungan dilakukan melalui konservasi pohon buah langka endemik nusantara.

"Program ini turut didukung komunitas binaan kami, yang berisi guru, kepala sekolah, dan penggiat sekolah adiwiyata yang tergabung dalam HPAI. Komunitas ini terdiri dari 520 sekolah," katanya.

Pada kesempatan ini, Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan menyerahkan 1.000 bibit pohon kepada Astra yang diterima oleh Head of Environment & Social Responsibility, Astra Diah Suran Febrianti, serta kepada dua SMK binaan grup Astra yaitu SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen dan SMK PGRI 2 Ponorogo.

"Kerjasama ini selaras dengan pilar kontribusi sosial Astra di bidang lingkungan yang salah satu fokusnya menekan emisi karbon melalui gerakan penanaman pohon. Per tahun 2021, Astra telah menanam 5,11 juta pohon dan dilanjutkan dengan penanaman 65.000 pohon pada tahun ini yang bertepatan dengan perayaan HUT Ke-65 Astra. Kami berharap melalui kegiatan  ini dapat semakin menularkan semangat positif kepada masyarakat untuk terus melestarikan alam,” ujar Chief of Corporate Affairs Astra Riza Deliansyah

Baca Lainnya

Topik Populer

Berita Populer