Kamis, 26 Oktober 2017 16:17

Gempungan, Miniatur P2WKSS Ala KBB

Reporter : Jumadi Kusuma
Ketua Tim Penggerak PKK KBB Hj. Elin Suharliah, meluncurkan program Gempungan sekaligus meresmikan Ruang Ramah Anak dan Rumah Pemberdayaan Masyarakat.
Ketua Tim Penggerak PKK KBB Hj. Elin Suharliah, meluncurkan program Gempungan sekaligus meresmikan Ruang Ramah Anak dan Rumah Pemberdayaan Masyarakat. [limawaktu]

Limawaktu.id,- Kearifan lokal dengan mengenali budaya setempat dalam menjalankan program pembangunan adalah sebuah keniscayaan sebagai pengejawantahan kebhinekaan yang bertujuan agar program dikenali dan akrab dengan sasaran pembangunan.

Dengan memakai istilah budaya setempat, Pemkab Bandung Barat mendekatkan program pemerintah pusat yaitu Peningkatan Peranan Wanita menuju Keluarga Sehat Sejahtera (P2WKSS) dengan istilah Gempungan (Gerakan Perempuan Membangun) sebagai miniatur P2WKSS di Kabupaten Bandung Barat.

Baca Juga : Kata Elin Abubakar, "Bidan Ujung Tombak Pelayanan Kesehatan"

Bupati KBB H. abubakar yang didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Hj. elin suharliah, meluncurkan program Gempungan sekaligus meresmikan Ruang Ramah Anak dan Rumah Pemberdayaan Masyarakat bertempat di Kampung Babakan Desa Citalem Kacamatan Cipongkor Kabupaten Bandung Barat, Kamis (26/10).

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Yayat T. Soemitra, Ketua DPRD Aa Umbara, beserta SKPD Pemkab Bandung Barat, Camat dan Kades, tokoh masyarakat dan ulama serta ratusan warga kelompok binaan dari empat desa di Kecamatan Cipongkor.

Baca Juga : Kata Abubakar, “Program Langit Biru Mendorong Peningkatan Kualitas Udara”

Kades Citalem, Mauludin Sofyan menyatakan, Program P2WKSS sudah berjalan delapan bulan dan digerakkan oleh ibu-ibu Desa Citalem dengan menjalankan program pembinaan non fisik dan pembangunan fisik diantaranya renovasi 18 rumah tidak layak huni, sanitasi lingkungan dan infrastukur jalan yang seluruhnya baru mencapai 75 %, belum tuntas karena hambatan sumberdaya manusia. "Program tersebut dikerjakan oleh 100 kepala keluarga binaan dan tim kelompok kerja secara swadaya dan gotong royong," ungkapnya.

Sementara itu Kadis Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Anak KBB, Asep Wahyu menyatakan program Gempungan sebagai miniatur P2WKSS akan mempersembahkan KBB sebagai kabupaten maju dengan jumlah binaan sebanyak 48 desa.

“Dengan mengedepankan partisipasi perempuan sebagai penggerak untuk pembangunan Gempungan bisa membangkitkan indek pembangunan perempuan," jelasanya. (jk)

Baca Lainnya