Cimahi - Kabar terbaru mengemuka bahwa ketersediaan blanko Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el) di Kota Cimahi semakin menipis. Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Cimahi, blanko KTP-el yang tersisa hanya tinggal 2 ribu keping, dari 18 ribu keping blanko yang diterima pada April 2017.
"Sampai saat ini, kondisi blanko sudah menipis," terang Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Kota Cimahi, Ade Hidasyah, Rabu (23/9/2017). Dengan menipisnya stok blanko, mulai pekan depan pencetakan KTP-el akan diprioritaskan bagi warga yang melakukan pengajuan pada Oktober 2016 lalu.
Dengan catatan, warga yang mengajukan sudah melakukan perekaman dan datanya sudah masuk dalam Print Ready Record (PRR). "Pelayanan minggu depan akan dibatasi untuk periode Oktober 2016. Yang November-Desember (2016) di cut dulu," ujar Ade. Meski stok blanko menipis, pihaknya meminta warga tidak panik. Pasalnya, Disdukcapil telah mengajukan pengadaan blanko kepada pemerintah pusat. Pihaknya mengajukan 45 ribu keping blanko, dari total kebutuhan sekitar 30 ribu keping blanko. "Di Jakarta sudah ada pemenang lelang blanko, tinggal produksinya. Paling cepat Oktober kita nerima blanko," terang Ade.
Selain itu, ia menyarankan bagi warga yang sedang membutuhkan KTP-el, agar membuat Surat Keterangan (Suket), sebagai pengganti sementara KTP-el. Suket bisa dimanfaatkan bagi warga untuk mengurus berbagai keperluan administrasi, seperti mengurus ke perbankan, imigrasi, kepolisian dan lain-lain. "Sambil menunggu distribusi, bagi masyarakat yang memang butuh buat Suket saja," imbuhnya.
Sekedar informasi, sejak September 2016, Disdukcapil Kota Cimahi tidak mencetak KTP-el, karena tidak ada distribusi blanko dari pusat. Sekitar bulan April 2017, barulah Disdukcapil menerima blanko dari pusat. Setelah itu, pencetakan KTP-el mulai berjalan.
Sementara daftar tunggu KTP-el sejak September 2017 yang sudah PRR mencapai 20 ribu pemohon. Dari jumlah daftar tunggu tersebut, yang sudah tercetak hingga kini telah mencapai 16 ribu keping.
"Rata-rata yang tercetak langsung 150 keping per hari," ujar Ade. (kit)