RSUD Cibabat Cimahi
RSUD Cibabat Cimahi [Istimewa]
News

"Gatal di Telinga", Serikat Pekerja Cimahi Tolak RSUD Cibabat Berganti jadi Wijaya Mulya

Limawaktu.id, Kota Cimahi - Rencana Pemerintah Kota dan manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibabat untuk mengubah nama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibabat menjadi "Wijaya Mulya" memicu penolakan  dari masyarakat. Kalangan pekerja dan buruh secara tegas menolak wacana tersebut, dan mendesak agar pemerintah kota lebih mengutamakan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan dibandingkan sekadar mengganti nama.

 Penolakan ini disuarakan langsung oleh Edi Suherdi, Ketua DPC Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kota Cimahi.

 Menurutnya, usulan nama "Wijaya Mulya" terdengar kurang elok dan bahkan dinilai "gatal di telinga". Ia mengusulkan jikapun ada pergantian nama diusahakan ada kaitan historis dengan Kota Cimahi. Bisa mengambil dari tokoh masyarakat yang pernah berjasa terhadap daerah, ataupun diambil dari tokoh kesehatan yang memberikan andil dalam pembangunan di Kota Cimahi terutama yang berjasa dalam melakukan pelayanan kesehatan kepada masayarakat.

 “Harapan kami sebagai masyarakat, apalagi kami kaum masyarakat pekerja dan buruh selaku pengguna rumah sakit, bukan mengganti nama, tetapi meningkatkan pelayanan yang lebih baik, Jikapun nama RSUD Cibabat harus dilakukan pergantian, banyak tokoh yang berjasa sejak masa Kotif Cimahi ataupun setelahnya. Jika nama mereka diabadikan sebagai nama RSUD itu menandakan ada pengakuan dan rasa terimakasih pemerintah dan masyarakat Kota Cimahi terhadap jasa tokoh tersebut,” kata Edi, Senin, 27 Juli 2026.

 Dia menjelaskan, Dari sudut pandang kaum buruh, keberadaan fasilitas kesehatan yang optimal adalah sebuah keharusan. Edi mengingatkan bahwa para pekerja merupakan pasien pengguna layanan BPJS Kesehatan yang selalu taat membayar iuran tanpa pernah menunggak saat dirujuk dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) ke rumah sakit.

 “Karena kewajiban finansial yang selalu dipenuhi tersebut, perbaikan dan peningkatan kualitas pelayanan medis dirasa jauh lebih mendesak dan substansial daripada sekadar urusan pergantian identitas rumah sakit,” jelasnya.

 Guna mencegah munculnya permasalahan yang kurang elok di kemudian hari, Edi meminta agar rencana penggantian nama RSUD Cibabat menjadi RSUD Wijaya Mulya, dikaji ulang secara matang. Pihaknya menuntut agar Pemerintah Kota Cimahi segera mengadakan pertemuan komprehensif untuk duduk bersama dengan jajaran legislatif, tokoh masyarakat, serta seluruh pemangku kepentingan (stakeholders) yang ada di Kota Cimahi.

 Sementara itu, Wali Kota Cimahi, Ngatiyana menyebutkan rencana perubahan nama RSUD Cibabat menjadi RSUD Wijaya Mulya merupakan bagian dari upaya membangun kembali kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan rumah sakit milik pemerintah daerah, yang dilakukan melalui kajian akademis dan strategis yang melibatkan konsultan independen, akademisi, hingga tokoh masyarakat.

 Menurut Ngatiyana, ide awal itu muncul saat dirinya bersama Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudhistira menghadiri peletakan batu pertama pembangunan UPTD Rumah Pengolah Darah di lingkungan RSUD Cibabat. Usai kegiatan tersebut pihaknya melakukan evaluasi terhadap persepsi masyarakat terhadap rumah sakit tersebut.

 Dia mngungkapkan, dari hasil pengamatan dan analisis yang dilakukan, terdapat anggapan di tengah masyarakat, pelayanan RSUD Cibabat belum memberikan kepuasan yang  optimal, sehingga banyak dari masyarakat ataupun ASN yang memilih rumah sakit lain sebagai tempat pelayanan kesehatan.

 “Dari analisa yang dilakukan, muncul gagasan bahwa perubahan nama rumah sakit dapat menjadi salah satu langkah untuk mengubah persepsi masyarakat atas RSUD Cibabat,” ungkap Ngatiyana, dalam keterangan pers kepada awak media,

 

Baca Lainnya