Mendagri Tito Karnavian menghadiri Festival Fulan Fehan IV di Kabupaten Belu NTT
Mendagri Tito Karnavian menghadiri Festival Fulan Fehan IV di Kabupaten Belu NTT [Puspen Kemendagri]
News

Festival Fulan Fehan IV Promosikan Pariwisata di Perbatasan

Limawaktu.id, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, menjadi pusat perhatian dalam penyelenggaraan Festival Fulan Fehan IV yang mencapai puncaknya pada 27 Juni 2026. Acara tersebut dihadiri langsung oleh Tito Karnavian selaku Menteri Dalam Negeri sekaligus Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP).

Mengusung tema "Dance for Friendship", Festival Fulan Fehan IV tidak hanya menjadi perayaan seni dan budaya, tetapi juga berperan sebagai sarana strategis untuk mempromosikan potensi pariwisata kawasan perbatasan Indonesia. Festival ini memperlihatkan kekayaan budaya lokal yang dipadukan dengan semangat persahabatan antarbangsa.

Penyelenggaraan festival juga menjadi momentum memperkuat diplomasi budaya di wilayah perbatasan antara Indonesia dan Timor-Leste. Kehadiran delegasi dari Timor-Leste dan Australia menunjukkan semakin besarnya perhatian internasional terhadap Festival Fulan Fehan sebagai ruang kolaborasi budaya lintas negara.

"Festival Fulan Fehan bukan sekadar perayaan budaya, tetapi menjadi simbol persahabatan antarbangsa dan wajah Indonesia di kawasan perbatasan. Melalui budaya, kita membangun kedekatan, memperkuat persatuan, sekaligus memperkenalkan potensi pariwisata Indonesia kepada dunia."

Melalui kegiatan ini, pemerintah berharap kawasan Fulan Fehan semakin dikenal sebagai destinasi wisata unggulan di wilayah perbatasan yang tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga menjadi simbol persahabatan, kerja sama regional, dan harmoni budaya.

Menurut Tito, Festival Fulan Fehan IV sekaligus menegaskan komitmen pemerintah dalam mendorong pembangunan kawasan perbatasan melalui penguatan sektor pariwisata, pelestarian budaya, serta peningkatan hubungan antarmasyarakat dengan negara-negara tetangga.

"Kawasan perbatasan harus menjadi beranda terdepan negara, bukan halaman belakang. Karena itu, pemerintah terus mendorong pengembangan pariwisata, pelestarian budaya, dan pemberdayaan masyarakat agar kawasan perbatasan tumbuh menjadi pusat pertumbuhan ekonomi dan diplomasi budaya."

Dia menjelaskan, kehadiran delegasi dari Timor-Leste dan Australia menunjukkan bahwa Festival Fulan Fehan telah berkembang menjadi ajang internasional yang mempererat hubungan antarmasyarakat dan memperkuat kerja sama di kawasan.

Baca Lainnya

Radio Limawaktu Klik untuk memutar