Senin, 8 April 2019 19:05

Eks Kalapas Sukamiskin 'Tepok Jidat' Divonis 8 Tahun

Reporter : Iman
Mantan Kalapas Sukamiskin Bandung, Wahid Husein
Mantan Kalapas Sukamiskin Bandung, Wahid Husein [ferybangkit]

Limawaktu.id - Mantan Kalapas Sukamiskin Bandung, Wahid Husein divonis hukuman delapan tahun penjara, denda Rp 400 juta, subsidair kurungan empat bulan.

Hal itu terungkap dalam sidang putusan kasus gratifikasi di Pengadilan Tipikor PN Bandung, Jalan RE Martadinata, Senin (8/2/2019). Sidang yang dipimpin Daryanto, Wahid tampak duduk di kursi pesakitan selama amar putusan dibacakan. 

Baca Juga : Bacakan Pledoi, Suami Inneke Mengaku Kapok Terlibat Suap Kalapas Sukamiskin

Dalam amar putusannya, majelis menyatakan terdakwa Wahid Husein telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) secara bersama-sama dan berkelanjutan, sebagaimana dakwaan primair Pasal 12 huruf b Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 juncto Pasal 65 ayat 1 KUHPidana.

"Menjatuhkan hukuman penjara selama delapan tahun, denda Rp 400 juta, subsidair kurungan empat bulan," katanya. 

Baca Juga : Wahid Husein, Dulu Kepala Kalapas Sikamiskin, Sekarang Terancam jadi Penghuni Lapas 9 Tahun Bui

Sebelum membacakan amar putusannya, majelis juga menyebutkan  hal memberatkan dan meringankan sebagai bahan pertimbangan. Hal memberatkan terdakwa merupakan pejabat negara dan tidak mendukung upaya pemerintah dalam memberantas korupsi, memperburuk citra lembaga permasyarakatan.

Sedangkan hal yang meringankan, terdakwa belum pernah dihukum, mengakui perbuatan, menyesali, bersikap sopan dan memiliki tanggungan istri dan anak, dan mengembalikan aset hasil penerimaan, cukup lama mengabdi. 

Sidang Putusan Kasus Gratifikasi Di Pengadilan Tipikor PN Bandung, Jalan RE Martadinata, Senin (8/2/2019). 

Baca Juga : Kali Kedua Suami Inneke dapat Vonis Hakim, Kali ini Tiga Tahun

Sebelumnya JPU KPK menuntut Wahid Husein hukuman sembilan tahun penjara, denda Rp 400 juta, subsidair enam bulan penjara.

"Selaku Kepala Lapas menerima hadiah berupa sejumlah uang dan barang dari warga binaan Lapas Sukamiskin yang sebagian besar diterima terdakwa dari Hendry Saputra selaku staf umum merangkap sopir Kalapas Sukamiskin," ujar penuntut umum KPK.

Hadiah itu diterima dari Fahmi Darmawansyah, Fuad Amin Imron dan warga binaan lainnya. ‎Fahmi memberikan satu unit mobil double cabin Mitsubishi Truton, sepasang sepatu boot, sepasang sendal merek Kenzo, tas merek Louis Vuitton dan uang Rp 39,5 juta.
Sedangkan dari Fuad Amin total mendapat Rp 71 juta dan mendapatkan pinjaman mobil, dibayari menginap di hotel di Surabaya.

Penuntut umum KPK menambahkan, hadiah itu diberikan pada terdakwa seharusnya sudah diketahui karena terkait sesuatu berupa mendapatkan berbagai fasilitas istimewa di dalam lapas.

"Termasuk penyalahgunaan pemberian izin keluar dari Lapas Sukamiskin yang bertentangan dengan kewajiban Wahid Husen selaku Kepala Lapas Sukamiskin sebagaimana diatur di Undang-undang Tentang Pemasyarakatan serta selaku penyelenggara negara," terangnya.

Mendapat putusan vonis itu, Wahid Husein enggan berkomentar banyak. Ia hanya menuturkan tengah dalam keadaan sakit. 

"Saya belum bisa berkomentar, saya pening. Lagi gak enak badan," kata Wahid sambil menepuk jidatnya. 

Sementara usai persidangan, keluarga Wahid yang sejak awal hadir di persidangan langsung menangis dan keluar ruang sidang enam. 

Tak hanya itu, di luar ruang persidangan keluarga Wahid, langsung saling merangkul. Begitu juga istrinya yang memakai kerudung hitam tak henti-hentinya menangis.

"Astagfirulloh, yang sabar. Tabah," kata salah seorang keluarga sambil menangis.

Baca Lainnya