Sabtu, 5 Mei 2018 20:42

EDAS Apresiasi Luhut, Kita tunggu 3 bulan !

Reporter : Jumadi Kusuma
 Direktur Eksplorasi Dinamika dan Analisa Sosial (EDAS) Bandung, DR. Wawan Gunawan.
Direktur Eksplorasi Dinamika dan Analisa Sosial (EDAS) Bandung, DR. Wawan Gunawan. [Limawaktu]

Limawaktu.id - Ancaman keras Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan terhadap industri nakal di Cimahi Selatan, Muhammad Toha dan Dayeuh Kolot mendapat apresiasi dari Direktur Eksplorasi Dinamika dan Analisa Sosial (EDAS) Bandung, DR. Wawan Gunawan.

"Kita apresiasi Pak Luhut. Kita lihat tiga bulan kalau masih bandel, kita kasih sanksi bukan gebrakan saja. Semoga Pak Luhut konsisten dengan apa yang dikatakannya", ujar Wawan Gunawan yang akrab disapa Wagoen.

Menurut Wagoen yang menjadi masalah adalah posisi masyarakat yang lemah baik dihadapan swasta maupun pemerintah.

"Kita mencoba edukasi masyarakat, agar punya bargaining yang kuat. Satu diantaranya tentang Jihad for Citarum," tuturnya.

Terkait tindakan pemerintah terhadap industri nakal yang dilapangan seringkali dihadapkan pada kondisi dilematis antara penegakan hukum dan permasalan buruh.

"Industri nakal seringkali berlindung dibalik buruh jika pabriknya ditutup. Saya yakin Presiden sudah menyiapkan beberapa langkah, kalau pabrik ditutup buruh tidak terserap di pabrik lain atau disektor lain berbahaya juga", tutur Wagoen saat menjadi narasumber pada Dialog Dwimingguan bertema Citarum (tak) Harum: Kenyataan dan Harapan, di Raozeun Cafe Arcamanik, Kota Bandung, Sabtu (5/5/18).

Baca Lainnya