Rabu, 20 Februari 2019 14:24

Durasi Penahanan Suami Artis Inneke Koesherawati Terancam Hukuman Bertambah

Reporter : Fery Bangkit 
 Sidang tuntutan kasus dugaan suap dengan terdakwa Fahmi Darmawansyah di Pengadilan Tipikor PN Bandung, Jalan RE Martadinata, Rabu (20/2/2019).
Sidang tuntutan kasus dugaan suap dengan terdakwa Fahmi Darmawansyah di Pengadilan Tipikor PN Bandung, Jalan RE Martadinata, Rabu (20/2/2019). [ferybangkit]

Limawaktu.id - Suami artis Inneke Koesherawati, Fahmi Darmawansyah dituntut hukuman 5 tahun penjara denda Rp 200 juta subsidair kurungan enam bulan penjara.

Tuntutan itu diberikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena ia didakwa menyuap mantan Kalapas Sukamiskin Bandung, Wahid Husen.
 
Hal itu terungkap dalam sidang tuntutan kasus dugaan suap dengan terdakwa Fahmi Darmawansyah di Pengadilan Tipikor PN Bandung, Jalan RE Martadinata, Rabu (20/2/2019).

Baca Juga : Dirjen PAS Akui Belum Pernah Lihat Tas dari Wahid Husein

Dalam amar tuntutannya, JPU KPK menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan meyakinkan, sebagaimana dalam dakwaan primair.

"Menjatuhkan hukuman lima tahun penjara denda Rp 200 juta, subsidair kurungan enam bulan," katanya.

Baca Juga : Dirjen PAS Sempat Tolak Keinginan Setya Novanto

Sebelum memohon terdakwa dijatuhi hukuman tersebut, penuntut umum KPK terlebih dahulu menyatakan sejumlah pertimbangan. Hal yang meringankan, terdakwa bersikap santun dan mengakui perbuatannya, serta menyesalinya, punya tanggungan keluarga. 

"Sementara hal memberatkan, terdakwa masih menjalani masa penahanan, dan tidak mendukung program pemerintah," ujarnya.

Baca Juga : Isu Menginap di Hotel Bersama Artis, ini Jawaban Suami Wali Kota Tangsel

Atas tuntutan dari penuntut umum KPK, terdakwa Fahmi akan menyampaikan pledoi atau nota pembelaan dua pekan kedepan atau 6 Maret 2019.

Dalam urainnya JPU KPK menyebutkan, jika terdakwa Fahmi menyuap Wahid Husein untuk mendapatkan sejumlah fasilitas dan kemudahan keluar masuk lapas. 

Fahmi terbukti telah memberikan satu unit mobil double cabin Mitsubishi Truton, sepasang sepatu boot, sepasang sendal merek Kenzo, tas merek Louis Vuitton dan uang Rp 39,5 juta kepada Wahid Husein.

Semua fasilitas itu diberikan lewat Andri Rahmat, terpidana kasus pembunuhan yang menjadi "kaki tangan" Fahmi selama menghuni Lapas Sukamiskin.

Dalam dakwaannya, JPU KPK mendakwa Fahmi telah melakukan suap kepada Wahid Husein, dan dijerat Pasal 5 ayat 1 Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUH Pidana sebagai dakwaan primair.

Kemudian dakwaan subsidair, Pasal 13 Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana‎ Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUH Pidana.

Fahmi merupakan narapidana kasus suap pengadaan monitoring satelit di Bakamla. Ia dihukum 4 tahun penjara dan ditahan di Lapas Sukamiskin Bandung. Saat ditahan, Fahmi diduga kerap bepergian keluar rutan dengan cara menyuap Kalapas.

Baca Lainnya