Kamis, 28 Juni 2018 14:50

Dua Wilayah ini Tempatkan Jagoan Banteng di Posisi Buncit pada Pilgub Jabar 2018

Reporter : Fery Bangkit 
Ilustrasi.
Ilustrasi. [Limawaktu]

Limawaktu.id - Hasil manis DPI Perjuangan pada Pemilu 2014 dan Pilkada 2017 di Kota Cimahi tak terulang pada Pilkada 2018.

Pada Pemilu 2014 lalu, partai berlambang banteng tersebut menang di Cimahi dengan raihan tujuh kursi di DPRD Kota Cimahi. Sementara pada Pilkada 2017 lalu, Jagoan yang diusung PDI Perjuangan, Aja M Priatna-Nagtiyana menang menjadi Wali dan Wakil Kota Cimahi.

Namun, kisah manis politik PDI Perjuangan di Cimahi tak berlanjut pada Pilgub Jawa Barat 2018. Pasangan yang diusungnya, Tubagus Hasanudin-Anton Charliyan berada diposisi Buncit dengan raihan raihan suara 21.132 atau 7,31%.

Posisi pertama dihuni Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum (Rindu) dengan raihan suara 135.269 pemilih atau 46,79%. Kemudian disusul pasangan nomor urut tiga, Sudajat-Ahmad Syaikhu (Asyik) dengan total suara 91.034 pemilih atau 31,49%. Disusul pasangan nomor urut tiga Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi (2DM) dengan total suara 41.665 atau 14,41%.

Hasil tersebut dilihat dari situs infopemilu.kpu.go.id berdasarkan hasil hitung cepat entri C1. Surat suara masuk di Cimahi sudah mencapai 100% dari 983 TPS yang ada.

Selain di Kota Cimahi, jagoan PDI Perjuangan untuk Pilgub Jawa Barat di wilayah Kabupaten Bandung Barat (KBB) pun bernasib sama. Pasangan Hasanah tetap berada diposisi terakhir dari lawan-lawannya.

Duo jenderal itu baru meraih 79.679 atau 10,68% suara. Posisi pertama tetap dihuni Rindu dengan raihan Rindu 298.853 40.05%. Kemudian disusul Asyik dengan raihan 188.246 suara atau 25,23%, disusul 2DM dengan 179.481 suara atau 24,05%

Jumlah suara yang masuk di KBB sendiri baru mencapai 85,31% atau baru 2.491 dari 2.920 TPS. Jumlah suara yang masuk untuk sementara mencapai 772.358. Jumlah suara Suara sah 744.757, sedangkan suara tidak sah 26.107 pemilih.

Baca Lainnya