Selasa, 8 September 2020 11:01

Dua Warga Cimahi Meninggal Masuk Kategori Porable Discarded, Apa Itu?

Reporter : Fery Bangkit 
Swab Test
Swab Test [Foto Istimewa]

Cimahi - Dinas Kesehatan Kota Cimahi mengkonfirmasi ada dua warganya masuk kategori Porable Discarded virus korona atau Covid-19 sebab hasil swab test yang dilakukan selama perawatan belum keluar.

Warga Cimahi tersebut yakni seorang guru SD yang juga bertetangga dengan pasien COVID-19 terkonfirmasi positif dan meninggal dunia sebelumnya. Sementara seorang lagi yakni bayi berusia 11 bulan yang mengalami pneumoni. Keduanya dikebumikan menggunakan protokol Covid-19.

Kedua pasien tersebut menjalani perawatan di rumah sakit berbeda. Guru SD yang merupakan warga Cibeureum, dirawat di RS Rotinsulu, Bandung. Sementara bayi 11 bulan tersebut menjalani perawatan di RSUD Cibabat, Cimahi.

"Iya ada dua kasus probable di Cimahi. Jadi mereka meninggal saat perawatan tapi menunjukkan gejala klinis jadi menjalani swab test tapi keburu meninggal," ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kota Cimahi Pratiwi, Selasa (8/8/2020).

Pratiwi menjelaskan jika pihaknya belum bisa memastikan apakah keduanya meninggal karena Covid-19 atau karena penyakit penyerta yang diidapnya.

"Bisa saja karena penyakit penyerta atau karena Covid-19. Mudah-mudahan secepatnya bisa keluar hasilnya," katanya.

Pasien guru SD tersebut memiliki potensi penularan dari tetangganya yang meninggal dunia dan terkonfirmasi positif Covid-19. Sementara pihaknya melakukan tracing untuk dua keluarga tersebut.

"Kalau yang guru ada potensi penularan dari pasien Covid-19 yang meninggal karena bertetangga. Kalau yang 11 bulan itu kan masih indikasi, karena kita swab test keluarganya pun mereka bersih. Mudah-mudahan bukan COVID-19," terangnya.

Pihaknya meminta agar masyarakat Cimahi tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan mengingat kasus Covid-19 di Cimahi mengalami lonjakan drastis selama sepekan terakhir.

"Di Cimahi kasus Covid-19 sepekan terakhir mengalami kenaikan drastis. Apalagi sekarang penularan itu di lingkungan keluarga. Jadi wajib menerapkan protokol kesehatan," tandasnya.

Baca Lainnya