Selasa, 30 Januari 2018 18:24

Dua Tahun Warga Melong Cimahi Bertetangga dengan Kerangka Mayat

Reporter : Fery Bangkit 
Warga RT 07/17 Kelurahan melong menemui Kejanggalan dari Keluarga Neneng Hatidjah.
Warga RT 07/17 Kelurahan melong menemui Kejanggalan dari Keluarga Neneng Hatidjah. [Limawaktu]

Limawaktu.id,– Sepanjang tahun 2016-2017, warga RT 07/17 Kelurahan Melong Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi hidup bersama dengan jasad tak bernyawa.

Jasad bernama Hera Sri Herawati (50) meninggal sejak Januari 2016. Sementara ayahnya, bernama Nanung Sobana (84) meninggal Desember 2017. Namun, Neneng Hatidjah (74) istri dan ibu korban tidak menguburkan kedua anggota keluarganya itu.

Neneng hanya membiarkan keduanya terlentang di rumahnya, dengan ditutupi kain sarung. Saat terungkap pada Selasa (30/1/2018), kedua mayat bapak dan anak itu sudah menjadi kerangka atau tinggal tulang belulang.

Kejanggalan terlihat dalam keluarga tersebut. Dikabarkan bahwa Neneng Hatidjah mendapat bisikan gaib bahwa anak dan suaminya itu bisa hidup lagi.

Saat terungkap pada Selasa (30/1/2018), kedua mayat bapak dan anak itu sudah menjadi kerangka atau tinggal tulang belulang. Kejanggalan terlihat dalam keluarga tersebut.

Neneng Hatidjah dikabarkan mendapat bisikan gaib bahwa anak dan suaminya itu bisa hidup lagi. Terlebih lagi, di dalam rumah ditemukan juga satu buah keris dan taburan bunga yang ditempatkan di sebuah wadah.

“Memang pengakuan dari Ibu Neneng, dia mendengar ada bisikan gaib setiap malam kalau suami dan anaknya akan bangkit lagi,” kata Kapolsek Cimahi Selatan, AKP Sutarman, saat ditemui di lokasi penemuan, Selasa (30/1/2018).

Keanehan juga dirasakan warga sekitar tempat tinggal Neneng. Tari Lestari (50), warga sekitar menuturkan, beberapa tahun lalu, ia dan para tetangga lainnya sempat datang ke rumahnya.

Namun, saat mengajak anak keduanya bernama Erna Hendra Sari ditawari makan. Jawaban yang dilontarkan Erna pun terasa janggal.

“Dia ngomongnya gak bisa makan, kalau makan ada yang manggil-manggil aku,” tutur Tari.

Selain itu, ia merasa takut ketika melihat ke rumah tersebut. “Saya ngeri, merinding kaya ada yang ngeliatin,” ucapnya.

Dalam beberapa tahun terakhir, keluarga Neneng tampak ekslusif. Tidak boleh ada satu warga pun yang masuk ke dalamnya.

Dua anaknya yang bernama Deni Rohmat dan Erna Hendra Sari pun dikabarkan mengalami gangguan jiwa.

“Kita mau masuk kaya gak boleh,” tandasnya.