Rabu, 12 Desember 2018 15:00

Dua Tahun Lamanya Ritel di Cimahi Acuhkan Perda

Reporter : Fery Bangkit 
Minimarket di Jalan Sudirman, Kota Cimahi.
Minimarket di Jalan Sudirman, Kota Cimahi. [Fery Bangkit/Limawaktu]

Limawaktu.id - Sejak diterapkan dua tahun silam, tepatnya 31 Oktober 2016, Perda Kota Cimahi Nomor 8 Tahun 2016 tentang Perlindungan pasar Tradisional Pusat Perbelanjaan dan Pasar Modern tak begitu digubris pengelola Minimarket maupun ritel.

Buktinya, sejak Perda itu disahkan, masih banyak ritel-ritel yang melanggar. Contoh hal nya ialah jam operasional dan jarak. Dalam jam operasional, ritel modern itu harus buka pukul 10.00 WIB, dan tutup pukul 22.00 WIB. Namun nyatanya bukanya lebih awal.

Baca Juga : Minimarket di Cimahi Langgar Jam Operasional, Baru ini yang Dilakukan Satpol PP

Usai menghadiri sosialisasi sosialisasi 'Pengendalian Pertumbuhan Pasar Modern dan Pengawasan Persaingan Usaha' di Aula Gedung B Pemkot Cimahi, Jalan Rd. Hardjakusumah, Rabu (12/11/2018), Kasubag Bagian Hukum dan Ham Setda Kota Cimahi, Ario Wibisono mengakui, masih banyaknya ritel yang melanggar Perda dikarenakan kurangnya informasi. Apalagi, saat mengurus izin, kebanyakan pengusaha memanfaatkan jasa perantara.

"Saya liat memang sebagian besar karena masih banyaknya pelaku usaha yang belum paham dan mengetahui detail tentang Perda-nya," ujar Ario.

Baca Juga : Minimarket Langgar Jam Buka Bisa Gerus Konsumen Pasar Tradisional

Untuk itu, kata dia, dinas terkait harus lebih intens melakukan sosialisasi. Selain perihal sosialisasi, kata Ario, pelaku usaha juga harus lebih aktif bertanya kepada dinas terkait. Apalagi, Perda itu sudah diberlakukan sejak dua tahun lalu. "Mungkin ini juga dapat dijadikan catatan bagi Pemkot Cimahi agar kegiatan sosialisasi lebih optimal, agar tepat sasaran dan juga yang paling penting kepada pelaku usaha agar jangan malas bertanya," katanya.

Selain soal jam operasional, lanjut dia, permasalahan minimarket di Cimahi adalah soal jarak. Berdasarkan aturan, kata dia, jarak antar minimarket atau ritel itu minimal 100 meter, dengan pasar tradisional 250 meter dan dengan pasar tradisional untuk jalan lingkungan itu minimal 500 meter. Namun pada kenyataannya, masih ada yang melanggar ketentuan jarak itu.

Baca Juga : Untuk Pemkot, Baca nih Pesan dari Komisi I DPRD Kota Cimahi 

Ario melanjutkan, jika para pelaku usaha ritel keberatan dengan Perda yang diberlakukan di Kota Cimahi, bisa mengajukan keberatan yang mekanismenya sudah diatur.

"Silahkan lakukan perubahan dengan proses yang belaku, seperti ke dewan," tandasnya.

Baca Lainnya