Rabu, 24 Oktober 2018 16:52

Dua Pelaku Pengeroyok The Jak Mania Minta tak Dipenjara

Reporter : Fery Bangkit 
ilustrasi
ilustrasi [istimewa]

Limawaktu.id, Bandung - Dua pelaku anak dibawah umur yang menewaskan Suporter The Jak, Haringga Sirla meminta agar hakim tidak menjebloskannya ke penjara, melainkan bisa melanjutkan pendidikan ke pesantren.

Hal itu terungkap dalam sidang pledoi kasus dugaan pengeroyokan yang menewaskan Haringga, dengan terdakwa anak di bawah umur  ST dan DN, di Pengadilan Anak pada PN Kelas 1A Khusus Bandung, Jalan RE Martadinata, Rabu (24/10/2018).

Baca Juga : Kekerasan Anak di Bawah Umur Semakin Mengerikan

Nota pembelaan kedua terdakwa dibacakan kuasa hukumnya, Dadang Sukmawijaya dalam persidangan tertutup yang dipimpin hakim tunggal Tardi.

Usai persidangan Dadang mengakui kepada hakim jika kliennya bersalah, namun memohon agar hakim menjatuhi hukuman percobaan terhadap keduanya.
 
"Konteksnya tetap diputus pidana penjara tapi tidak menjalani kewajiban untuk penghukuman (masuk penjara) dalam rentang waktu yang ditentukan," katanya.

Selain itu Dadang juga memohon hakim menetapkan ST dan DN untuk mengikuti pendidikan di Pondok Pesantren Nurul Huda, di Jalan Rancabentang, Ciumbuleuit, Kota Bandung setidak-tidaknya paling singkat selama dua tahun.
Meski begitu, tambah Dadang, dengan pidana percobaan itu jika ST dan DN melakukan perbuatan pidana dalam rentang waktu yang ditentukan, bisa masuk ke penjara. 

"Karena itu kami mohonkan dulu agar yang bersangkutan bisa masuk ke pontren karena agar bisa mendapat pendidikan agama, bisa memperdalamnya dan sekaligus bertobat. Mereka juga nantinya harus bisa berguna bagi negara, masyarakat dan khususnya keluarga," ujarnya.

Ia menambahkan, pengajuan pendidikan di pontren datang dari kuasa hukum dan sudah dikordinasikan dengan pihak Bapas. Selain itu, keluarga dan juga terdakwa mendukungnya.

Ditanya sikapnya jika nanti hakim tetap memutus sebagaimana tuntutan jaksa yaitu pidana penjara 4 tahun untuk ST dan 3,5 tahun untuk DN, Dadang menyebut pihaknya akan mencari alternatif lain.

Perkara penganiayaan dengan terdakwa ST dan DN ini akan dilanjutkan besok, Kamis (25/10/2018) dengan agenda putusan. Sebelumnya, terdakwa dituntut dengan hukuman 4 dan 3,5 tahun penjara karena dinilai terbukti bersalah melakukan penganiayaan sebagaimana Pasal 170 KUHPidana. 

Baca Lainnya