Senin, 16 Desember 2019 13:08

Dua Pekan Bandung Barat Siaga Bencana

Banjir dan endapan lumpur yang menutup akses jalan dan lahan pertanian Akibat Longsor
Banjir dan endapan lumpur yang menutup akses jalan dan lahan pertanian Akibat Longsor [Fery Bangkit]

Limawaktu.id - Pemkab Bandung Barat melalui Badan Penanggulangan bencana Daerah (BPBD) menetapkan status siaga bencana menyusul banyaknya bencana alam yang terjadi  selama musim hujan ini. Penetapan status siaga bencana dilakukan selama 14 hari.

Seperti diketahui, terakhir bencana longsor hingga endapan lumpur menutup akses jalan dan lahan pertanian di Kampung Hegarmanah, Desa Cilangari, Kecamatan Gunung Halu dan pergerakan tanah mengancam warga Kampung Cihideung, Desa Bunijaya.

endapan lumpur yang menutup akses jalan dan lahan pertanian

"Dalam penetapan status siaga bencana, kami fokus terhadap penanganan bencana di Desa Cilangari dan Desa Bunijaya dulu. Dari tanggal 12-25 Desember," ujar Kepala BPBD KBB, Duddy Prabowo, Senin (16/11/2019).

Duddy menjelaskan, penetapan status siaga ink berdasarkan hasil rapat koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Rumah (PUPR), Dinas Sosial, Dinas Kesehatan dan dinas terkait di Lingkungan Pemkab Bandung Barat.

"Hasilnya memang perlu untuk meningkatkan status, tapi sesuai kebutuhan yang ada. Fokusnya di satu kecamatan dan di dua desa itu saja," terang Duddy.

Untuk penetapan status siaga bencana tersebut, kata Duddy, sudah melalui berbagai pertimbangan dari setiap dinas saat melakukan rapat koordinasi, sehingga pihaknya langsung melakukan penanganan.

"Kami juga sudah melibatkan tim dari geologi untuk mengkaji pergerakan tanah disana. Jadi kami tinggal menunggu hasil kajiannya," ucapnya.

Tak hanya itu, Pemkab Bandung barat juga sudah memberikan bantuan ke korban yang terdampak bencana tersebut dengan memberikan bantuan berupa sembako.

Baca Lainnya