Senin, 14 Maret 2022 23:07

DPRD Kota Cimahi Menemukan Mini Market Bodong saat Sidak

Reporter : Bubun Munawar

Limawaktu.id,- Sejumlah mini market ‘bodong’ alias tanpa izin berhasil ditemukan Komisi I DPRD Kota Cimahi. Dari beberapa sampel yang dilakukan inspeksi mendadak (Sidak) oleh Komisi I DPRD Kota Cimahi di Kecamatan Cimahi Selatan, tak satupun bisa menunjukan surat izin operasional mini market tersebut. Bahkan ada mini market yang dikelola Alfamart di Jalan Hercules Raya  Perumahan Melong Green Garden, yang sudah beroperasi selama dua bulan, namun tidak terdaftar di Badan Penananamn Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (BPMPTSP) Kota Cimahi.

Menurut Ketua Komisi I DPRD Kota Cimahi Hendra Saputra, Sidak mini market dilakukan karena pihaknya mendapatkan laporan dari masyarakat, terkait banyaknya mini market di Kota Cimahi yang diduga tidak memiliki izin.

“Kami melakukan sidak secara acak atas sejumlah mini market di Kecamatan Cimahi Selatan, setelah sebelumnya dilakukan di Kecamatan Cimahi Utara dan Cimahi Tengah, dari sidak tersebut rata-rata tidak memiliki izin, bahkan ada yang tidak terdaftar sama sekali di Dinas,” terang Hendra, disela Sidak yang digelar pada Senin (14/3/2022).

Menurut Hendra, selain tidak bisa memperlihatkan surat izin yang dimintanya, ada juga mini market yang sudah beroperasi selama lima tahun, namun tidak mengurus perizinannya. Padahal keberadaan mini market yang menjamur di Kota Cimahi sangat merugikan para pedagang kecil. Bahkan ada mini market yang berdampingan, padahal ada ketentuan soal jarak satu mini market dengan mini market lainnya.

“Kami melakukan sidak perizinan bukan untuk menghalang-halangi orang lain melakukan usaha, tetapi tolong mereka mentaati aturan yang berlaku di Kota Cimahi,” jelasnya.

Melihat kondisi tersebut, kata Hendra, Komisi I DPRD Kota Cimahi akan melakukan pemanggilan kepada para pengelola mini market yang melakukan usahanya di Kota Cimahi, termasuk Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk melakukan klarifikasi atas hasil sidak yang dilakukan dewan.

“Kami merasa prihatin dengan kondidi seperti ini, seolah-olah seperti ada pembiaran,” paparnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, DPRD Kota Cimahi menunggu ketegasan OPD di Pemkot Cimahi untuk menertibkan hal ini.

Sementara itu, data yang dihimpun Lima waktu  menunjukan, dari 114 mini market yang terdaftar di pemkot Cimahi, sebagian besar baru memiliki izin prinsip atau masih dalam proses perizinan, banyak juga mini market yang belum mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB), atau  tidak memenuhi jarak antara satu mini market dengan yang lainnya. Dari 114 mini market tersebut satu unit masuk ke Kota Bandung, 8 mini market tak memenuhi jarak serta 5 mini market yang tutup.

 

 

Baca Lainnya