Senin, 8 November 2021 14:56

DKKC Promosikan Cagar Budaya Kota Cimahi Lewat Lomba Vlog

Reporter : Bubun Munawar
Salah seorang peserta \lomba Vlog Heritage sedang mengupas pemakaman \Kerkof, sebagai salah satu cagar budaya di Kota Cimahi
Salah seorang peserta \lomba Vlog Heritage sedang mengupas pemakaman \Kerkof, sebagai salah satu cagar budaya di Kota Cimahi [Istimewa]

Limawaktu.id,-  Sebagai upaya meningkatkan kemampuan masyarakat menuangkan ide dan gagasan dalam bentuk vlog sehingga dapat mempublikasikan cagar budaya, serta memberikan pemahaman tentang sejarah dan budaya Kota Cimahi pada masyarakat Indonesia dan dunia, Dewan Kebudayaan Kota Cimahi (DKKC),  menggelar Festival Vlog heritage Kota Cimahi 2021.

Ketua pelaksana Festival Heritage Kota Cimahi 2021, Siti Yanti Abintini mengatakan, kegiatan festival vlog ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Festival Heritage Kota Cimahi 2021. Sebuah lomba video dokumenter dengan peserta terbuka untuk umum bagi masyarakat yang berdomisili di Jawa Barat.

Dikatakanya,  dari 15 karya vlog heritage Kota Cimahi yang terseleksi panitia, selanjutnya dinilai para juri yang terdiri dari dari Boim, Edi Juhara, dan Yoyo C. Durachman, diputuskan enam  vlog yang masuk nominasi diantaranya; Arlen Production meraih juara 1, Ega Rahma juara 2, Nester Madhira juara 3 dan Cegum TV, Farhandlx, Virnaflstari sebagai juara harapan.

Menurutnya, Kota Cimahi tidak memiliki sumber daya alam yang bias dijadikan sebagai obyek wisata, karenanya dalam mengembangkan kepariwisataan selayaknya Kota Cimahi menggali kekayaan budaya dan sejarah Kota yang sudah lama terpendam. Cimahi punya banyak bangunan cagar budaya peninggalan kolonial Belanda yang usianya sudah puluhan dan ratusan tahun.

“Bangunan khas eropa dan bernilai sejarah ini menjadi aset yang sangat bisa dimanfaaftkan untuk pemajuan kepariwisataan di Kota Cimahi,” ungkapnya, Senin (8/11/2021).

Dia melanjutkan,  belakangan ini pemerintah Kota Cimahi gencar mempromosikan kawasan militer yang sarat dengan bangunan bersejarah sebagai kawasan wisata. Bersama kendaraan bis Sakoci (Saba Kota Cimahi) yang disediakan pemerintah Kota, masyarakat setempat atau wisatawan lokal dan mancanegara bisa berkeliling melihat bangunan cagar budaya sambil mendengarkan penjelasan pemandu wisata.

“Dalam menguatkan konsep kepariwisataan Kota Cimahi yang dicanangkan pemeritah Kota, DKKC bersinergi dengan Disbudparpora Kota Cimahi diantanya gelar perhelatan budaya dalam bentuk Festival atau Lomba Vlog Heritage Kota Cimahi, ‘’ lanjut dia.

Dia berharap,  melalui konten kreatif dalam bentuk vlog ini bukan semata dapat mempublikasikan bangunan cajagar budaya yang dimiliki, juga meningkatnya kunjungan wisatawan ke Kota Cimahi.

Sementara, Juri Festival Vlog Heritage Kota Cimahi 2021, Yoyo C. Durachman mengatakan, secara umum 15 peserta yang ikut dalam festival vlog heritage Kota Cimahi ini, sudah cukup memahami tentang esensi dari sebuah Vlog. Sehingga ada beberapa peserta yang dari segi bentuk dan estetikanya mempunyai gaya yang khas.

Namun, kata dia,  dalam ketrampilan pengemasannya untuk menjadi sebuah Vlog yang baik dan menarik, masih belum maksimal. Misalnya dalam penyampaian informasi tentang obyek materi vlog masih selintas, tidak lengkap. Ini menyangkut kelemahan dan semangat melakukan riset juga kemampuan mengemas informasi secara lengkap tapi dituturkan dengan singkat dan padat.

“ Estetika audio visual terutama yang menyangkut pengambilan gambar, editing dan penataan suara, kemampuan pengemasannya masih perlu ditingkatkan. Terlihat ada yang visual dan editingnya bagus tapi tata suaranya tidak memadai atau sebaliknya,” katanya.

Dia menambahkan, beberapa peserta kurang mempertimbangkan durasi, terlalu bersemangat ingin menampilkan lebih dari 1 obyek heritage. Akibatnya informasinya menjadi tidak lengkap, hanya sekilas. Lebih baik menampilkan 1 obyek heritage tapi informasinya lengkap dengan dukungan estetika audio visual yang memadai.

“Walaupun pada umumnya berupaya menampulkan kreativias penataan visual yang menyangkut estetika gambar dan editing, namun kesalingdukungan dengan narasi tentang obyek heritage, singkronisasinya masih lemah,” pungkasnya.

 

 

Baca Lainnya

Topik Populer