Selasa, 30 Januari 2018 14:38

Diyakini Akan Hidup Lagi, Mayat Bapak dan Anak tak Dikubur

Ditulis Oleh Fery Bangkit 
Tim Kesehatan Melong Asih Beserta polisi mendatangi rumah ditemukannya dua mayat di Gg. Nusa Indah VI Nomor 117 RT 07/17 Kel. Melong Kec Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Senin (30/1/2018).
Tim Kesehatan Melong Asih Beserta polisi mendatangi rumah ditemukannya dua mayat di Gg. Nusa Indah VI Nomor 117 RT 07/17 Kel. Melong Kec Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Senin (30/1/2018). [Limawaktu]

Limawaktu.id,- Jasad pria bernama Nanung Sobana (84) dan anaknya, bernama Hera Sri Herawati (50) ditemukan sudah menjadi kerangka mayat di rumahnya Gg. Nusa Indah VI Nomor 117 RT 07/17 Kel. Melong Kec Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Senin (30/1/2018).

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, Nanung meninggal sejak Desember 2017, Sedangkan Hera meninggal Januari 2016.

Namun, Neneng Hatidjah (74) yang tak lain ialah istri dan ibu korban tidak menguburkan kedua anggota keluarganya itu. Alasannya, ia memiliki keyakinan bahwa suami dan anak sulungnya itu akan hidup kembali.

Neneng hanya membiarkan keduanya terlentang di rumahnya, dengan ditutupi kain sarung. Warga sekitar pun merasa curiga dengan kondisi keluarga Neneng. Pasalnya, sejak beberapa tahun terakhir, tercium bau bangkai dari rumah tersebut.

Penemuan mayat yang sudah menjadi kerangka itu mulai terungkap pada Senin (29/1/2018) oleh petugas Tim Kesehatan Puskesmas Melong Asih yang tengah melakukan pendataan kesehatan.

Akan tetapi, Tim Kesehatan tidak diperkenankan masuk oleh Neneng. Selanjutnya, Tim Kesehatan Melong Asih kembali ke Puskesmas Melong Asih untuk menyampaikan laporan tersebut.

Sekira pukul 12.30 WIB, Tim Kesehatan Melong Asih yang berjumlah lima orang yang dipimpin Ibu Lusiantini kembali ke alamat rumah tersebut, dengan didampingi Ketua RT setempat.

Karena merasa curiga, akhirnya tim memaksa masuk ke dalam rumah. Tim Kesehatan mendapati dua orang yang sedang tidur, dengan ditutupi kain sarung.

"Timbul kecurigaan si bapaknya dikatakan tidur, tapi tidak bergerak," ujar petugas Tim Kesehatan Puskesmas Melong Asih, Zacki Rahman, Selasa (30/1/2018).

Selasa (30/1/2018) pukul 08.40 WIB, Tim Kesehatan Melong Asih Beserta Babin Kel. Melong serta RT setempat kembali mendatangi rumah tersebut, dengan cara memaksa masuk.

"Pokoknya tadi diusahakan gimana itu sarung bisa terbuka. Akhinya si ibunya dirayu, diajak keluar rumah kita buka itu sarung baru ketauan itu mayat," jelas Zacki.

Rumah tersebut ditinggali sekitar 20 tahun lalu. Ada lima penghuni yakni Nanung Sobana dan Neneg Hatidjah, serta tiga anaknya yakni Hera Sri Herawati, Erna Hendra Sari dan Deni Rohmat.

Erna Sari kini sudah dilarikan ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Cisarua Bandung Barat. Ia diduga mengalami gangguan jiwa. Sementara Neneng dan Deni Rohmat masih berada dibawah pengawasan kepolisian dan tim kesehatan.

Penemuan itu pun langsung dilaporkan ke Polsek Cimahi Selatan. Selang beberapa saat, aparat Polsek Cimahi Selatan dan Tim Inafis Polres Cimahi mendatangi rumah Neneng.

Kapolsek Cimahi Selatan AKP Sutarman mengatakan, sementara ini, belum ada unsur pidana dalam kasus penemuan mayat ini. Meski begitu, pihaknya akan tetap melakukan penyelidikan.

"Kita melihat proses meninggalnya tidak ditemukan tanda kekerasan. Kemudian pengakuan keluarga korban juga meninggalnya karena sakit," katanya.