Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengajak warga untuk menjaga lingkungan
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengajak warga untuk menjaga lingkungan [Istimewa]
News

Ditengah Krisis Iklim Global Dedi Mulyadi Ajak Warga Jaga Kelestarian Alam

Limawaktu.id, Subang – Sambil berkeliling disekitar hamparan sawah yang menghijau di Lembur Pakuan,  Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memberikan peringatan keras terkait dampak nyata perubahan iklim yang kini tengah melanda dunia.

 Menyoroti fenomena cuaca panas ekstrem yang melanda benua Eropa, Dedi mengajak seluruh warga Jawa Barat untuk memetik pelajaran berharga dalam menjaga ekosistem lingkungan.

 Dedi Mulyadi mengungkapkan keprihatinannya atas situasi di Eropa, di mana banyak warga menjadi korban jiwa akibat suhu yang sangat panas. Infrastruktur di sana, yang mayoritas didesain untuk cuaca dingin, kini tidak lagi mampu menghadapi lonjakan suhu ekstrem tersebut.

 "Suhu yang terus berubah dan perubahan iklim yang terjadi itu diakibatkan oleh kerusakan lingkungan yang sangat parah," ujar Dedi Mulyadi dalam sapaannya kepada warga, Jum'at, 3 Juli 2026..

 Sebagai langkah antisipasi di tingkat lokal, Gubernur menekankan beberapa poin krusial yang harus dilakukan oleh masyarakat Jawa Barat dan Indonesia secara umum yaitu melakukan Pelestarian Hutan dan Air, Menjaga areal hutan yang masih tersisa serta memastikan sumber-sumber mata air tetap jernih dan terlindungi.

 Tak hanya itu Dedi juga mengajak warga untuk  melakukan adaptasi Arsitektur Tropis, dengan  Mendesain hunian yang sesuai dengan karakter masyarakat tropis agar tetap nyaman tanpa harus bergantung sepenuhnya pada perangkat pendingin ruangan yang berlebihan.

 Gubernur yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM) itu juga mengajak warga untuk sadar lingkungan dengan mengedepankan semangat untuk menjaga diri, keluarga, serta alam sekitar, terutama di hari yang penuh berkah ini.

 Lebih lanjut, Dedi Mulyadi mengingatkan bahwa tindakan manusia yang berlebihan dalam merusak alam hanya akan membuahkan kesengsaraan bagi orang lain dan kegelisahan bagi pelakunya sendiri. Beliau berharap momentum ini menjadi titik balik bagi masyarakat untuk meningkatkan semangat dalam menjaga kelestarian lingkungan demi masa depan generasi mendatang.

 "Jangan melakukan tindakan yang berlebihan. Karena tindakan yang berlebihan pembuat kerusakan hanya akan membuat kesengsaraan bagi orang lain," pungkasnya.

 

Baca Lainnya

Radio Limawaktu Klik untuk memutar