Limawaktu.id, Kota Cimahi - Mengantisipasi eskalasi ancaman siber yang mengiringi percepatan digitalisasi birokrasi, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Cimahi resmi meluncurkan inovasi SATRIA ( Security Assessment Trilogy for Risk-based and Integrated Assurance ) pada Juli 2026.
Langkah strategis ini diinisiasi sebagai instrumen komprehensif untuk mengukur dan memperkuat tata kelola keamanan informasi di lingkungan pemerintah daerah. Kehadiran SATRIA bukan sekadar pemenuhan aspek teknis, melainkan sebuah transformasi fundamental untuk memastikan setiap layanan publik digital berjalan di atas landasan akuntabilitas yang kokoh. Dalam era pelayanan publik yang berpusat pada masyarakat ( citizen-centric ), keamanan informasi menjadi prasyarat mutlak, sebab satu celah kebocoran data saja sudah cukup untuk melenyapkan kepercayaan publik yang telah dibangun selama bertahun-tahun melalui kemudahan layanan digital.
Kepala Diskominfo Kota Cimahi Ahmad Saefulloh mengungkapkan, transformasi digital memang memberikan lompatan efisiensi bagi masyarakat dalam mengakses layanan pemerintah. Namun, tanpa protokol keamanan yang mumpuni, digitalisasi ibarat membangun infrastruktur megah tanpa sistem proteksi. Sesuai dengan standar Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dan selaras dengan arahan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), perlindungan data sensitif kini menjadi pilar integritas operasional pemerintahan.Ketahanan siber berkaitan langsung dengan keberlangsungan pelayanan publik.
“Ancaman siber tidak hanya berisiko menyebabkan kebocoran data, tetapi juga dapat memicu kelumpuhan sistem operasional yang berdampak sistemik pada layanan masyarakat. Inovasi SATRIA dirancang untuk memitigasi risiko tersebut,” ungkap Ahmad, Jum’at, 28 Agutus 2026.
Menurutnya, lahirnya SATRIA merupakan hasil pengembangan strategis dari Deni Prayitno, Kepala Seksi Persandian dan Pemberdayaan Sumber Daya Telematika Diskominfo Kota Cimahi. Inovasi ini menandai evolusi penting dari sistem sebelumnya, yakni PAMOR ( Patroli Ancaman Siber dan Monitoring Risiko ), menuju standar pengamanan informasi yang lebih holistik dan modern. \
Secara analitis, pergeseran ini menunjukkan pendewasaan paradigma keamanan informasi di Kota Cimahi. Jika PAMOR menitikberatkan pada kepatuhan fisik dan perilaku dasar aparatur, SATRIA melangkah lebih jauh dengan menyasar arsitektur teknologi dan infrastruktur.
“Perluasan dimensi ini memastikan bahwa pengamanan informasi tidak lagi dipandang sebagai tugas satu divisi, melainkan sebuah ekosistem yang melibatkan keterkaitan antara perilaku manusia, keandalan aplikasi, dan ketangguhan infrastruktur,” katanya.
Dia menjelaskan, Dalam manajemen GovTech modern, kebijakan yang efektif harus didorong oleh data ( data-driven ). Sebagai tahap awal implementasi pada Juli 2026, Diskominfo Kota Cimahi melakukan baseline assessment yang menghasilkan "SATRIA Score" sebesar 80,0 dari 100 .Interpretasi terhadap skor ini memberikan wawasan strategis bagi para pengambil kebijakan. Angka 80,0 bukan sekadar capaian formalitas, melainkan instrumen diagnostik.
“Melalui metodologi Trilogi Penilaian , Diskominfo dapat membedah secara spesifik pilar mana yang membutuhkan intervensi segera apakah kerentanan berasal dari sisi sumber daya manusia, celah pada kode aplikasi, atau kelemahan pada perangkat infrastruktur. Dengan identifikasi risiko yang presisi ini, penentuan skala prioritas perbaikan dapat dilakukan secara lebih efisien dan terukur, memastikan alokasi sumber daya tepat sasaran pada area dengan risiko tertinggi,” jelasnya..
Ahmad melanjutkan, keberhasilan adopsi inovasi di lingkungan birokrasi sangat bergantung pada komitmen pimpinan. Dukungan penuh terhadap SATRIA ditegaskan langsung oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Cimahi, Ahmad Saefulloh, dalam pemaparan inovasi.
“Saya memandang SATRIA sebagai instrumen vital dalam menavigasi transformasi digital yang aman dan bertahap. Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Cimahi mendukung sepenuhnya implementasi dan keberlanjutan inovasi SATRIA sebagai upaya memperkuat tata kelola keamanan informasi dan mendukung transformasi digital Pemerintah Kota Cimahi,” lanjut dia.