Jumat, 21 September 2018 17:02

Dinsos Kota Cimahi Bandingkan Jumlah PSM dengan PMKS

Reporter : Fery Bangkit 
Acara Bimbingan Teknis Peningkatan Profesionalisme Potensi dan Sumber Kesejahtraan Sosial (PSKS) di Aula Kecamatan Cimahi Utara, Jalan Jati Serut, Jum'at (21/9/2018).
Acara Bimbingan Teknis Peningkatan Profesionalisme Potensi dan Sumber Kesejahtraan Sosial (PSKS) di Aula Kecamatan Cimahi Utara, Jalan Jati Serut, Jum'at (21/9/2018). [Fery Bangkit / Limawaktu]

Limawaktu.id - Untuk meningkatkan pemahaman sumber daya Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), Pemerintah Kota Cimahi menggelar bimbingan teknis peningkatan profesionalisme Potensi dan Sumber Kesejahtraan Sosial (PSKS).

Bimbingan teknis digelar di Aula Kecamatan Cimahi Utara, Jalan Jati Serut, Kota Cimahi, Jum'at (21/9/2018). Tranformasi pemahaman tersebut diikuti sekitar 120, dari total 250 PSM se-Kota Cimahi.

Baca Juga : Imbangi Perbaikan Jalan, Dishub Kota Cimahi Ajukan Rp 800 Juta untuk Pasang Marka Jalan

Kepala Dinas Sosial Pengendalian Pendudukan Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Cimahi, Erick Yudha mengatakan, acara ini dilaksanakan dalam rangka untuk meningkatkan wasasan dan pengetahuan para pekerja sosial.

"Ini untuk meningkatkan wawasan pekerja sosial. Mereka ini kan yang langsung menangani masalah sosial, jadi harus diberikan pemahaman," katanya saat ditemui usai acara.

Baca Juga : Dishub Larang Warga Pasang 'Polisi Tidur'

Para PSM ini, memiliki tugas untuk memantau dan mendata Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS), seperti masyarakat yang bermasalah dengan kekerasan, fakir miskin, lanjut usia terlantar dan sebagainya.

Diakui Erick, jumlah total 250 pekerja sosial kurang ideal untuk mencakup tiga kecamatan dengan 15 kelurahan se-Kota Cimahi. Apalagi jika dibandingkan dengan jumlah PMKS di Cimahi yang mencapai 18 ribu lebih.

Baca Juga : Pemkot Cimahi Belum Punya Jurus Jitu Kembangkan Wisata

Tapi, kata dia, keberadaan PMS ini akan tetap dimaksimalkan dan tetap menjadi ujung tombak untuk menjangkau masyarakat yang terkena masalah sosial.

"Kalau dibandingkan dengan jumlah PMKS jauh, tapi ini masih bisa teratasi," tandasnya.

Baca Lainnya