Senin, 26 Maret 2018 18:24

Dinkes Sasar Ribuan ASN Pemkot Cimahi, Begini Alasannya

Reporter : Fery Bangkit 
Pemeriksaan kesehatan para ASN pertama yang berlangsung pada Senin (26/3/2018) di Aula Gedung B Pemkot Cimahi.
Pemeriksaan kesehatan para ASN pertama yang berlangsung pada Senin (26/3/2018) di Aula Gedung B Pemkot Cimahi. [Limawaktu]

Limawaktu.id,- Sebanyak 1.200 Aparatur Sipil Negara (asn) di lingkungan Pemerintah Kota cimahi ditargetkan menjadi sasaran pemeriksaan kesehatan oleh Dinas Kesehatan Kota Cimahi.

Pemeriksaan kesehatan para ASN pertama berlangsung pada Senin (26/3/2018) di Aula Gedung B Pemkot Cimahi dengan diawali pemeriksaan terhadap para pejabat struktural mulai dari esselon 2 hingga esselon 4.

Baca Juga : Ajay Rotasi Puluhan ASN di Lingkungan Pemkot Cimahi

Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna menjelaskan, pemeriksaan kesehatan lengkap dilakukan rutin setiap tahun untuk mengecek kesehatan para abdi negara di Kota Cimahi.

"Kesehatan ASN itu sangat penting dalam menunjang keberhasilan pelaksanaan tugas ASN dalam melayani masyarakat. Saya anjurkan pemeriksaan kesehatan ini dilakukan dua kali dalam setahun." ujarnya.

Baca Juga : Pengaruh Rotasi Ajay Terhadap Kinerja SKPD

Ia mengimbau kepada seluruh ASN untuk menghentikan kebiasaan merokok dilingkungan pekerjaan dan itu hukumnya wajib.

"Meroko merupakan salah satu penyebab munculnya penyakit tidak menular, bahkan juga sangat berbahaya bagi perokok pasif,"ungkapnya.

Baca Juga : Hari Air Sedunia, 31% Warga Cimahi Belum Bisa Menikmati Air Bersih

Bagi yang tidak bisa berhenti merokok, Ajay meminta ASN tersebut untuk merokok ditempat yang sudah disediakan.

Sementara berdasarkan data yang diperoleh RRI dari Dinas Kesehaan Kota Cimahi, Hasil Deteksi Dini Faktor Resiko Pegawai Pemkot Cimahi tahun 2017, prosentase merokok setiap hari mencapai 25,42 persen, Obesitas sentral 24,5 persen, kurang sayur dan buah mencapai 52,42 persen, serta 0,08 persen karena minuman keras.

Selain itu dari 1.200 ASN yang diperiksaan kesehatannya pada tahun 2017, 1.010 di antaranya dinilai kurang melakukan aktivitas.

Baca Lainnya