Limawaktu.id - Hujan deras yang mengguyur wilayah Kota Cimahi pada Jumat (13/12/2019) sore mengakibatkan tiga rumah tiga rumah di Kompleks Permana Utara, RT 05/RW 06, Kelurahan Citeureup, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi diterjang banjir disertai lumpur.
Banjir tersebut terjadi akibat dinding pembatas kompleks yang berada di belakang rumah milik Muklas Jubaedi (53) jebol sebab tak kuat menahan derasnya air yang tidak tertampung di saluran drainase.
Berdasarkan pantauan di lokasi, lubang dengan diameter sekitar 1 meter menganga di tembok pembatas rumah Muklas dengan tanah kosong di pinggir jalan. Akibatnya, air langsung masuk ke rumahnya hingga mencapai ketinggian 1 meter.
Sementara di dua rumah lagi milik Ramdhani (25) dan Kartika (27) yang berada di posisi paling bawah ikut terdampak dari jebolnya dinding pembatas itu. Rumah keduanya ikut direndam banjir di atas lutur orang dewasa.
"Kejadian tadi pas hujan deras. Istri saya yang di rumah panik karena tembok belakang jebol, sampai banjir di rumah sekitar 1 meter," ujar Muklas saat ditemui di rumahnya.
Menurut Muklas, ia baru pertama kali mengalami kejadian nahas tersebut. Ia bersama anak dan istrinya dibantu tetangga berjibaku membersihkan seisi rumah yang terendam Banjir Lumpur.
"Semua habis, mulai dari sofa, kasur, kulkas, ya terendam. Sekarang sedang bersih-bersih, soalnya bukan cuma banjir air, tapi ini banjir lumpur," ungkapnya.
Selain Muklas, warga lain yang terdampak banjir tersebut yakni Ramdhani (25). Rumah yang dijadikan konveksi juga terendam banjir bercampur tanah. Ketinggian banjir diperkirakan mencapai 60 cm.
"Kejadiannya cepat banget, pokoknya tadi pas hujan sedang deras. Ya langsung masuk aja airnya ke dalam rumah, jadi mesin konveksi sama bahan-bahan yang mau dijahit kotor semua, engga bisa dipakai lagi," ujar Ramdhani.
Menurutnya, banjir terjadi selain karena tanggul jebol, juga diperparah dengan tidak adanya saluran pembuangan yang sebagai tempat air mengalir. "Disini hanya ada satu selokan, itu juga kecil jadi kalau hujannya deras otomatis air meluap ke jalan. Dulu pernah banjir juga, tapi ini yang paling parah," katanya.
Terpisah, Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi, Ajat Sudrajat mengatakan, jebolnya dinding pembatas itu disebabkan tersendatnya aliran air katena tertutup sampah. Pihaknya sudah menerjunkan petugas disertai peralatan untuk menyedot air.
" Sekarang kita upayakan penyedotan untuk mengurangi ketinggian air. Petugas lain melakukan assessment ke rumah warga yang terdampak," katanya.