Rabu, 20 November 2019 14:25

Diminta tak Buat Banyak Perda, ini Respon Hengky Kurniawan

Wakil Bupati Bandung Barat Hengky Kurniawan Net
Wakil Bupati Bandung Barat Hengky Kurniawan Net [Fery Bangkit]

Limawaktu.id - Wakil Bupati Bandung Barat Hengky Kurniawan menyatakan siap merespon permintaan Presiden Joko Widodo perihal daerah agar tak banyak membuat peraturan di tingkat daerah seperti Peraturan Daerah (Perda).

Sebelumnya, Jokowi sapaan Joko Widodo meminta para kepala daerah, baik gubernur, bupati, dan wali kota serta para ketua DPRD tidak banyak membuat peraturan di tingkat daerah. Dalam pidatonya saat pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Indonesia Maju Pemerintah Pusat dan Forkopimda 2019 di Sentul, Bogor, Rabu (13/11) lalu, mantan Gubernur DKI Jakarta itu menyebut, banyaknya aturan membuat birokrasi jadi 'ruwet' dan menghambat percepatan program yang dibuat pemerintah pusat.

"Saya juga hadir pada saat acara itu, jadi memang Pak Presiden mengatakan jangan terlalu banyak aturan, negara ini bukan negara peraturan. Malah nanti menjerat, biar lebih fleksibel," kata Hengky, Rabu (20/11/2019).

Dalam acara tersebut, ungkap Hengky, Presiden pada intinya menyarankan kepada pemerintah daerah agar jangan banyak-banyak mengeluarkan peraturan. "Di negara lain, satu peraturan menteri (permen) misalnya, ataupun peraturan bupati atau peraturan walikota dikeluarkan, tiga yang lainnya harus dibuang. Kita akan ikuti seperti efisiensi di pegawai kita misalnya," ujarnya.

Ketua DPRD Bandung Barat, Rismanto  mengatakan, Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) yang dibahas dewan bersama Pemda adalah Raperda yang efektif, bisa dijalankan dan memiliki dampak yang positif di masyarakat.

"Tergantung, sepanjang Raperda itu dibutuhkan oleh masyarakat karena menyangkut jaminan pelayanan publik, jaminan di bidang kesehatan dan lain-lain, saya rasa itu tetap perlu. Tinggal Raperda itu kan benda mati, harus ditindaklanjuti dengan action, agar action lebih spesifik turunannya adalah Perbup," ungkap Rismanto.

Baca Lainnya