Pembuangan limbah langsung oleh pabrik tanpa proses Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) di Kota Cimahi.
Pembuangan limbah langsung oleh pabrik tanpa proses Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) di Kota Cimahi. [Limawaktu]
News

Dilematis Wali Kota Cimahi Gara-gara Pabrik Nakal

Limawaktu.id,- Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna mengaku dilematis terkait permasalahan pabrik-pabrik nakal di Kota Cimahi.

Pasalnya, bila pabrik nakal yang nekat membuang limbah ke sungai langsung tanpa melalui proses Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) ditutup, maka yang harus dikorbankan adalah pekerjanya.

Di satu sisi, bila pabrik itu ditutup dan pekerjanya menganggur, maka janji Wali Kota Cimahi tentang 1.000 lapangan pekerjaan sulit untuk direalisasikan.

"Jujur kita juga khawatir. Makannya kita mengajak pengusaha di Cimahi tentang limbah ini mereka lebih disiplin dalam hal pengolahan limbahnya," imbuh Ajay saat ditemui di Hotel Endah Parahyangan, Rabu (9/5/2018).

Dikatakannya, persoalan pabrik naka di Cimahi yang membuang limbah sembarangan, pihaknya akan terlebih dahulu melakukan tindakan persuasif.

"Persuafif yang akan kita lakukan, karena ketika kita represif yang kami pikirkan, bahwa didalamnya pekerja," katanya.

Berdasarkan catatan Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Cimahi, jumlah perusahaan di Cimahi mencapai 593. Kategorinya, 131 perusahaan besar, 91 perusahaan sedang, 282 perusahaan kecil dan 89 perusahaan mikro. Sementara pekerjanya mencapai 82 ribu.

Dari jumlah tersebut, sekitar 12 pabrik besar sudah kedapatan oleh Satgas 21 Citarum Harum membuang limbah langsung ke sungai. Sedangkan yang sudah dilakukan penutupan oleh Polda Jabar baru satu pabrik.

Kepala Disnakertrans Kota Cimahi, Supendi Heriyadi mengatakan, telah mengintruksikan pegawainya untuk berkoordinasi dengan Pengawas Ketenagakerjaan Provinsi Jawa Barat untuk mengecek jumlah pabrik dan total pekerjanya.

"Kita akan pastikan yang ditutup gara-gara itu (buang limbah), mengakibatkan pekerja yang terdampak berapa orang," katanya.

Baca Lainnya