Selasa, 7 Agustus 2018 15:55

Dilanda Kemarau, Pasokan Air Bersih ke Cimahi Menurun 12%

Reporter : Fery Bangkit 
Petugas, Disaksikan Manajer Junior Humas dann Kesekretariatan PDAM Tirta Raharja, Sri Hartati Memantau Alur Pengisian Air Bersih ke dalam Truk Tanki
Petugas, Disaksikan Manajer Junior Humas dann Kesekretariatan PDAM Tirta Raharja, Sri Hartati Memantau Alur Pengisian Air Bersih ke dalam Truk Tanki [limawaktu]

Limawaktu.id, - Memasuki musim kemarau, distribusi air bersih bagi warga Kota Cimahi menjadi kurang optimal. Hal tersebut dikarenakan berkurangnya debit air yang diolah.

Manajer Junior Humas dan Kesekretariatan PDAM Tirta Raharja Kabupaten Bandung Sri Hartati mengakui di awal Agustus 2018 mengalami penurunan debit air bersih ke pelanggan di Kota Cimahi khususnya. Bulan lalu, air yang diproduksi masih diangka 177 liter/detik, sekarang menurun menjadi 150 liter/detik atau menurun 12%.

Baca Juga : 25% Warga Cimahi Belum Nikmati Air Bersih

"Dampaknya ada sedikit gangguan aliran distribusi air ke pelanggan di Cimahi dan sekitarnya," katanya kepada wartawan di PDAM Tirta Raharja, Selasa (7/8/2018).

Pelanggan di Kota Cimahi hingga akhir Juni 2018 mencapai 15.778 Sambungan Rumah (SR).

Baca Juga : Sejumlah Kecamatan di KBB dan Kab Bandung Mulai Kesulitan Air Bersih

Sri mengatakan, hingga saat ini dampak musim kemarau yang mengakibatkan pasokan air terganggung baru terjadi di wilayah Kota Cimahi. Sedangkan pasokan layanan PDAM, yakni wilayah Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat masih tergolong aman.

Jika debit air kembali turun dan mengganggu pasokan air, Sri mengaku akan mengusahakan membuat titik-titik suplai air di Cimahi.‎ Bahkan, untuk warga terdekat bisa langsung mengambil air bersih di kran-kran pengisian air yang ada di kantor PDAM.

PDAM tidak akan membatasi pendistribusian tanki air bersih ke warga atau pelanggan yang membutuhkan, namun semua disesuaikan dengan kemampuan dan ketersedian yang ada. Karena dari enam tanki yang tersedia, dua tanki standby di PDAM untuk penanggulangan darurat.

"Kami bisa kirim dua kali (tanki) sehari. Namun mudah-mudahan ketersedian air bisa stabil dan kembali naik," ujarnya.

Sri pun mengimbau kepada masyarakat agar bisa menggunakan air secara bijak apalagi selama musim kemarau saat ini. Misalnya, dengan menyediakan penampungan air saat masih mengalir, karena dengan adanya rekayasa jaringan ada sebagian wilayah yang distribusi airnya tidak 24 jam. Apalagi menurut perkiraan BMKG, puncak kemarau terjadi dari Agustus hingga September 2018.

Baca Lainnya