Limawaktu.id, Kota Cimahi - Persaingan antar sekolah menengah kejuruan (SMK) di kawasan Jalan Encep Kartawiria, Kecamatan Cimahi Utara Kota Cimahi , terbilang ketat. Di sepanjang jalur tersebut terdapat sedikitnya 10 SMK swasta dan dua SMK negeri yang menjadi pilihan masyarakat. Namun, kondisi tersebut justru menjadi tantangan sekaligus motivasi bagi SMK Pasundan 1 Cimahi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan.
Hal itu disampaikan Kepala SMK Pasundan 1 Cimahi, Sri Mulyani, S.Pd., Kamis, 18 Juni 2026.
“Untuk mendapatkan kepercayaan masyarakat agar mau menitipkan pendidikan anaknya di SMK tentu memerlukan kerja keras. Apalagi di sekitar sekolah terdapat banyak SMK lain. Namun bagi kami, ini adalah tantangan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada siswa,” ujar Sri Mulyani.
Menurutnya, SMK Pasundan 1 Cimahi terus melengkapi sarana dan prasarana pendidikan guna menunjang proses belajar mengajar. Berbagai fasilitas tersedia, mulai dari laboratorium multimedia, laboratorium software dan hardware, laboratorium komputer, laboratorium bisnis manajemen, Bank Mini Pasundan, hingga Pasundan Mart sebagai sarana praktik siswa.
Selain fasilitas yang memadai, pihak sekolah juga menaruh perhatian besar terhadap kenyamanan lingkungan belajar. Sri Mulyani menegaskan, suasana sekolah yang nyaman menjadi salah satu faktor penting agar siswa merasa betah dan termotivasi untuk belajar.
“Pendidikan bagi generasi Z memerlukan pendekatan khusus. Kami berupaya membangun kesadaran belajar dari dalam diri siswa serta membentuk akhlak yang baik. Salah satunya melalui pembiasaan salat Zuhur berjamaah di sekolah yang diharapkan berlanjut di rumah masing-masing,” katan Sri Mulyani.
Dia menjelaskan, pola pembelajaran di SMK Pasundan 1 Cimahi lebih mengedepankan pendekatan kekeluargaan. Hubungan antara guru dan siswa dibangun layaknya orang tua dan anak sehingga tercipta suasana yang harmonis dan kondusif.
Pendekatan tersebut, lanjutnya, menjadi salah satu alasan mengapa banyak keluarga mempercayakan pendidikan anaknya secara turun-temurun di sekolah tersebut.
“Banyak siswa yang bersekolah di sini karena sebelumnya orang tua bahkan kakek-neneknya juga alumni Pasundan. Ini menjadi kebanggaan sekaligus amanah bagi kami,” ungkapnya.
Sri Mulyani menambahkan, lulusan SMK Pasundan 1 Cimahi selama ini cukup diminati dunia kerja. Sebagian besar alumni langsung terserap ke berbagai sektor industri dan jasa, bahkan tidak sedikit yang bekerja sambil melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
“Menjadi kebahagiaan tersendiri bagi kami ketika alumni bisa bekerja di kantor notaris, kejaksaan, maupun perusahaan dan pusat perbelanjaan. Bahkan ada perusahaan yang secara rutin meminta lulusan kami setiap tahunnya. Itu menunjukkan bahwa lulusan kami memiliki kredibilitas dan kualitas yang dipercaya dunia kerja,” tuturnya.
Kabar menggembirakan lainnya, SMK Pasundan 1 Cimahi kini menyediakan berbagai program beasiswa bagi siswa berprestasi maupun siswa dari keluarga kurang mampu. Program tersebut didukung oleh PLN Pusat dan Yayasan KPAI sehingga penerima dapat memperoleh bantuan pendidikan hingga lulus.
Tak hanya itu, papar Sri MUlyani, dalam upaya memperkenalkan sekolah kepada masyarakat, SMK Pasundan 1 Cimahi juga membuka akses bagi SMP dan MTs untuk memanfaatkan fasilitas sekolah secara gratis, seperti kegiatan perpisahan, ujian praktik olahraga, maupun berbagai seleksi dan kompetisi olahraga.
“Kami sengaja membuka fasilitas sekolah agar siswa SMP, MTs, dan orang tua dapat melihat langsung kondisi sekolah serta fasilitas yang kami miliki. Dengan demikian mereka bisa mengenal lebih dekat lingkungan belajar di SMK Pasundan 1 Cimahi,” paparnya.
Dengan berbagai fasilitas, pendekatan pendidikan berbasis karakter, serta tingginya tingkat penyerapan lulusan di dunia kerja, SMK Pasundan 1 Cimahi terus berupaya mempertahankan kepercayaan masyarakat sebagai salah satu sekolah vokasi unggulan di Kota Cimahi.
“Di sekolah kami, akhlak menjadi tujuan dan semangat yang terus ditanamkan sekolah dalam membentuk lulusan yang kompeten, berkarakter, dan siap menghadapi dunia kerja maupun pendidikan lanjutan,” pungkasnya.