Rabu, 19 September 2018 15:48

Dianggap Bandel, Direksi dan Karyawan PT Nisshinbo Indonesia 'Nyebur' ke Sungai Cisangkan

Reporter : Fery Bangkit 
Para Karyawan Dibantu Anggota Satgas Sektor 21 Citarum Harum Tengah Membersihkan Aliran SungaiSungai Cisangkan.
Para Karyawan Dibantu Anggota Satgas Sektor 21 Citarum Harum Tengah Membersihkan Aliran SungaiSungai Cisangkan. [Fery Bangkit / Limawaktu]

Limawaktu.id - Sikap acuh tak acuh yang ditunjukan pihak PT Nisshinbo Indonesia berakhir dengan diberikannya sanksi sosial terhadap para karyawan dan direksinya, Rabu (19/9/2018).

Pada Sabtu (15/9/2018), pihak Satuan Tugas (Satgas) Sektor 21 Citarum Harum 'menciduk' pihak PT Nisshinbo Indonesia yang membuang Limbah lumpur ke area Sungai Cisangkan, tepatnya di aliran Sungai Sungai Cijorotolot Kp. Cibogo RT 04/06 Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi.

Baca Juga : Pangdam Siliwangi berharap Citarum Bersih dalam Dua Tahun

Atas aksi nakalnya tersebut, sekitar 150 karyawan PT Nisimbo diberikan sanksi untuk membersihkan aliran Sungai Cisangkan bersama anggota Satgas Sektor 21 Citarum Harum.

Berdasarkan pantauan di lokasi, para karyawan, Direksi PT Nisshinbo Indonesia memulainya dengan menggelar apel. Mereka diberikan pengarahan oleh Dansektor 21 Citarum Harum Kolonel Inf Yusep Sudrajat.

Baca Juga : 'Ngeyel', Dansektor 21 Citarum Harum 'Cor' PT Tri Gunawan di Cimahi

Disela-sela pelaksanaan pembersihan sungai, Yusep Sudrajat mengatakan, semua pabrik yang sudah didatangi pihaknya, termasuk PT Nisshinbo Indonesia selalu 'main kucing-kucingan' dalam membuang limbah tanpa melalui proses penyaringan.

"PT Nisshinbo ini udah berapa kali saya datangi, udah saya ingatkan kemarin. Sabtu (15/9) mereka kedapatan buang limbah lumpur langsung ke sungai," kata Yusef.

Semestinya, kata dia, limbah padat seperti lumpur ini sangat dilarang dibuang ke sungai. Sebab, limbah B3 tersebut memerlukan pengelolaan khusus.

Atas prilaku nakalnya itu, Satgas Sektor 21 Citarum Harum memberikan sanksi sosial terhadap direksi dan karyawan.

"Saya berpikir sanksi sosialnya semua pekerjanya harus bertanggung jawab bersihkan kotoran, sampah semua dibereskan," tegasnya.

Sejauh ini, lanjut Yusef, memang baru PT Nisshinbo Indonesia yang diberikan sanksi seperti ini. Tapi, kata dia, sanksi ini menjadi peringatan bagi pabrik lainnya agar tidak melakukan hal serupa.

Selama Satgas bertugas, ada sekitar 40 pabrik di wilayah Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung yang di berikan peringatan.

"Mudah-mudahan ini menjadi peringatan perusahaan lain," tandasnya.

Di tempat sama, Direktur Utama PT Nisshinbo Indonesia Taka Morisa yang diwakili Direktur Operasional, Kristin menyangkal jika pihaknya membuang limbah padat ke sungai.

Menurut mereka, adanya limbah lumpur yang keluar dari pabrik yang bergerak dibidang tekstil tersebut dikarenakan adanya kerusakan alat.

"Kami tidak membuang limbah lumpur. Tidak sengaja membuang. Itu benar-benar kerusakan alat di luar kemampaun kami," ujarnya.

Sekarang, klaim PT Nisshinbo, pihaknya sudah memperbaiki kerusakan tersebut dan menggantinya dengan alat baru.

Baca Lainnya