Selasa, 14 Juli 2020 18:39

Di Cimahi, Pelaku UMKM Diajari Cara Membuat Hand Sanitizer

Reporter : Fery Bangkit 
Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna Acara Pembukaan Pelatihan Refocusing Tanggap Covid-19 Bidang Cooking dan Pembuatan Handsanitizer
Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna Acara Pembukaan Pelatihan Refocusing Tanggap Covid-19 Bidang Cooking dan Pembuatan Handsanitizer [Foto istimewa]

Cimahi - Jumlah pengangguran yang bertambah akibat pandemi virus korona atau Covid-19 menjadi pekerjaan rumah bagi Pemkot Cimahi. Apalagi lapangan pekerjaan saat ini terbilang terbatas.

Berdasarkan data Dinas Tenaga Kerja Kota Cimahi, hingga tahun 2019 angka pengangguran tercatat ada 23.584 orang atau sekitar 8 persen dari total penduduk Kota Cimahi yang mencapai 553.755 jiwa.

Sementara sejak adanya pandemi Covid-19, tercatat ada 147 orang dari 12 perusahaan yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) hingga menjadi pengangguran baru dan 984 orang yang dirumahkan dari 17 perusahaan.

Acara Pembukaan Pelatihan Refocusing Tanggap Covid-19 Bidang Cooking dan Pembuatan Handsanitizer.

Upaya yang dilakukan Pemkot Cimahi saat ini adalah mengadakan pelatihan, bekerja sama dengan Balai Latihan Kerja (BLK). Seperti yang terlihat di Cimahi Techno Park, Jln. Raya Baros pada Selasa (14/7/2020). Peserta dari kalangan UMKM itu diberikan pelatihan membuat hand sanitizer dan memasak (cooking).

Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna mengatakan, ditengah pandemi virus korona ini banyak sektor usaha yang terkena dampaknya. Pihaknya, kata dia, mencoba hadir dengan memberikan fasilitas pelatihan agar pelaku UMKM ini bisa meningkatkan kompetensi di bidang usaha.

"Seperti kegiatan ini bagaimana menambah pengetahuan keterampilan kreatifitas mencari peluang," kata Ajay saat ditemui usai membuka pelatihan

Menurut Ajay, handsanitizer saat ini menjadi salah satu produk yang dicari dipasaran. Untuk itu dengan pelatihan ini diharapkan para peserta bisa menerapkan pengetahuan yang didapat untuk diaplikasikan dalam usahanya ke depannya.

"Hand sanitizer ini salah satu kebutuhan pokok sekarang, berarti kebutuhan pasarnya ada. Yang penting dikemas baik dan bisa jual online. Makanan juga harus bisa karena kebutuhan pokok," jelas Ajay.

Kepala BLK lembang, Tuti Haryanti menambahkan, pelatihan refocusing tanggap Covid-19 ini memberikan bekal keterampilan dasar kepada peserta yang memang terdampak ekonominya sejak virus korona mewabah.

"Kita memberdayakan masyarakat yang terdampak Covid 19 untuk meningkatkan ketahanan ekonomi melalui pemberian insentif uang saku," katanya.

Baca Lainnya

Topik Populer

Berita Populer