Selasa, 12 Februari 2019 14:19

Di Bank Samici, Sampah Bisa jadi Duit Rp 20-30 Juta/Bulan

Reporter : Fery Bangkit 
Bank Samici, Jalan Usman Domiri, Padasuka, Kota Cimahi, Selasa (12/2/2019).
Bank Samici, Jalan Usman Domiri, Padasuka, Kota Cimahi, Selasa (12/2/2019). [ferybangkit]

Limawaktu.id - Keberadaan Bank Sampah Induk Cimahi (Samici) di Kota Cimahi semakin berdampak terhadap pengelolaan, hingga perekonomian warga. Samici merupakan merupakan induk pengolahan sampah di Kota Cimahi. 

Per harinya, Bank Samici mampu mengolah sampah 1-2 ton dari semua jenis sampah anorganik. Adapun jenis sampah tersebut, di antaranya plastik 29 jenis, logam 14 jenis, kertas 12 jenis, kaca diklasifikasi jadi tiga jenis, jenis barang elektronik tiga jenis, dan yang lainnya ada 5 jenis. 

Direktur Bank Samici Kota Cimahi, Warso Wijaya mengatakan, sampah yang dikelolah Bank Samici bukan hanya sekedar jadi sampah semata, namun bisa menghasilkan uang bagi warga yang menjadi nasabah. Baik nasabah perorangan maupun nasabah unit.

"Pengelolaan sampah di Bank Samici ini bisa mendorong perekonomian masyarakat," kata Warso saat ditemui di Bank Samici, Jalan Usman Domiri, Padasuka, Kota Cimahi, Selasa (12/2/2019).

Perputaran uang hasil pengolahan sampah di Bank Samici per bulannya terbilang besar, yakni mencapai Rp 20-30 juta per bulan. Uang ini jadi tabungan atas kepemilikan para nasabah Bank Mandiri yang mencapai 1.500 rekening.

Rinciannya, 1.250 nasabah perorangan dan sekitar 250 nasabah unit, seperti Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibabat dan Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) Cimahi. Jumlah nasabah itu cenderung bertambah.

Uang itu tak disimpan di Bank Samici, melainkan di kelolah oleh salah satu bank swasta yang telah dikerjasamakan. Jadi, bila nasabah ingin mengambil uang hasil tabungan sampahnya, bisa diajukan dan akan langsung ditransfer oleh pihak bank.

"Sekarang perkembangannya cukup bagus. Nasabah perorangan dan unit nambah terus," ujar Warso.

Rencana ke depan, lanjut Warso, pihaknya bakal lebih gencar mengajak masyarakat untuk menabung sampah. Sebab, selain dapat mengurangi volume sampah di Kota Cimahi, jelas akan berdampak terhadap perekonomaian warga.

"Targetnya sebanyak-banyaknya. Kalau bisa per RT/RW ada bank sampah. Makin unit banyak, makin banyak sampah yang terkelola," tandasnya.

Baca Lainnya