Kamis, 24 Februari 2022 15:07

Dewan Minta Mini Market Tak Berizin untuk Ditutup

Reporter : Bubun Munawar
Hendra Saputra, Ketua Komisi I DPRD KOta Cimahi
Hendra Saputra, Ketua Komisi I DPRD KOta Cimahi [Limawaktu]

Limawaktu.id,- Maraknya Mini Market yang bermunculan di Kota Cimahi, diduga banyak yang  belum memenuhi persyaratan alias tidak berizin. Bahkan sebagian besar mini market yang bertebaran di Kota Cimahi banyak yang tidak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB). 

Melihat kondisi tersebut, wakil rakyat yang ada di DPRD Kota Cimahi pun mulai angkat bicara terkait perizinan mini market yang diuga belum ditempuh tersebut.

Ketua Komisi I DPRD Kota Cimahi Hendra Saputra mengungkapkan, terkait dengan mini market yang banyak tersebar di Kota Cimahi tersebut, pihaknya meminta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang berkaitan dengan hal itu untuk bertindak tegas menegakan aturan yang sudah ditetapkan oleh Pemerintah  Kota Cimahi.

“Saya meminta agar OPD terkait untuk melakukan tindakan tegas, jika memang tidak berizin lebih baik ditutup saja,” terangnya, Kamis (24/2/2022).

Menurut Hendra, memang ada kelonggaran dalam persyaratan perizinan menyusul keluarnya Undang-undang Cipta Kerja yang digulirkan pemerintah, sehingga perusahaan yang akan mendirikan mini market untuk mendaftar terlebih dahulu, tetapi jangan sampai proses perizinannya tidak ditempuh.

“Jangan Cuma mendaftar terus diam tanpa mengurus perizinannya, semua pihak harus mentaati aturan yang ada,” jelasnya.

Dikatakannya, jika hal ini terus dibiarkan akan menjadi preseden buruk bagi Pemkot Cimahi dalam penegakan Perda yang telah dibuat bersama DPRD Kota Cimahi. Sebab, tak jarang keberadaan mini market tersebut banyak yang berdekatan dengan warung-warung milik masyarakat. Bahkan ada mini market yang berhadapan dengan pasar tradisional. Kondisi ini harus dilakukan penertiban.

“Kami menunggu ketegasan OPD di Pemkot Cimahi untuk menertibkan hal ini, dan jika sampai tidak ada tindakan, terpaksa kami akan langsung turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan atas keberadaan mini market yang ada di Kota Cimahi,” pungkasnya.

Sementara itu, data yang dihimpun Lima waktu  menunjukan, dari 114 mini market yang terdaftar di pemkot Cimahi, sebagian besar baru memiliki izin prinsip atau masih dalam proses perizinan, banyak juga mini market yang belum mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB), atau  tidak memenuhi jarak antara satu mini market dengan yang lainnya. Dari 114 mini market tersebut satu unit masuk ke Kota Bandung, 8 mini market tak memenuhi jarak serta 5 mini market yang tutup.

Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Perdagangan Koperasi UMKM dan Perindustrian (Disdagkoperin) Kota Cimahi Dadan Darmawan mengatakan, pihaknya akan melakukan pengecekan lagi ke lapangan terkait dengan keberadaan mini market tersebut.

“Teimakasih informasinya,” katanya.

 

 

Baca Lainnya