Rabu, 20 November 2019 16:37

Dewan Bakal Investigasi Perizinan Mini Market di Kota Cimahi

Reporter : Bubun Munawar
Ketua Komisi I DPRD Kota Cimahi Hendra Saputra sedang memimpin rapat
Ketua Komisi I DPRD Kota Cimahi Hendra Saputra sedang memimpin rapat [Bubun Munawar]

Limawaktu.id,- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cimahi akan melakukan investigasi lapangan terkait dengan maraknya Mini Market di Kota Cimahi. Pasalnya, selain diduga ada yang tak mengantongi izin, dikhawatirkan akan berpengaruh kepada keberadaan warung milik masyarakat Cimahi.

Ketua Komisi I DPRD Kota Cimahi Hendra Saputra mengungkapkan, pihaknya meminta kepada Dinas terkait di Pemkot Cimahi untuk memperketat pemberian izin pendirian mini marlet di Kota Cimahi sehingga tidak mengganggu masyarakat terutama para pedagang kecil.

"Pemberian izin mini market harus diperketat dan sesuai Perda, "ungkapnya. Dia meminta Dinas yang terkait untuk mengimplementasikan Peraturan Daerah tentang Pengelolaan Pasar Modern dan Pasar Tradisional di Kota Cimahi, agar keberadaan mini market tidak berpengaruh kepada ekonomi pedagang kecil. Sebab diduga ada mini marfket yang belum mengantongi izin tapi sudah beroperasi.

"Kami akan melakukan peninjauan lapangan untuk memastikan hal ini," katanya. Menurut data di Dinas Perdagangan Koperasi UMKM dan Perindustrian Kota Cimahi, hingga akhir 2018 lalu, dari 110 mini market , sedikitnya ada 35 mini market yang tidak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB), tetapi sudah beroperasi. Dari 110 toko modern itu, mayoritas mengajukan izinnya setelah bangunannya berdiri. Seharusnya IMB dan sebagainya diurus sebelum proses pembangunan. Tapi di Cimahi ini setelah berdiri tapi baru mengurus izin.

Disdagkoperin kewenangannya hanya memberikan rekomendasi dari segi perdagangannya saja, sedangkan untuk izinnya diterbitkan oleh Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Cimahi.

Baca Lainnya