Rabu, 7 November 2018 12:59

Desa di KBB, Contohlah Desa di Tasikmalaya

Reporter : Fery Bangkit 
lapangan sepak bola bertaraf internasional di Tasikmalaya.
lapangan sepak bola bertaraf internasional di Tasikmalaya. [istimewa]

Limawaktu.id - Pemkab Bandung Barat meminta para kepala desa se-Kabupaten Bandung Barat (KBB) meniru langkah kreatif desa di Tasikmalaya dalam memanfaatkan dana desa. 

Seperti diketahui, belakangan ini Desa Cisayong, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya mendadak viral dengan keberadaan lapangan sepak bola bertaraf internasional. Lapangan itu dibangun Pemdes menggunakan dan desa. 

Baca Juga : Antisipasi Penyimpangan, Polisi Kawal Dana Desa

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Bandung Barat, Wandiana mengatakan, prioritas penggunaan dana desa diarahkan untuk kegiatan pemberdayaan masyarakat, ekonomi desa dan inovasi desa, termasuk penyediaan sarana olahraga seperti lapangan sepakbola.

"Dana desa boleh digunakan untuk membangun sarana olahraga, embung atau saluran irigasi serta Badan Usaha Desa (BumDes) yang disesuaikan dengan potensi yang ada di desa tersebut, "kata Wandiana, Selasa (6/11).

Baca Juga : Dana Desa Belum Cair Hambat Pembangunan Desa di Bandung Barat

Ditanya mengenai pemanfaatan alokasi dana desa di Bandung Barat, apakah ada yang menonjol seperti pembangunan sarana lapangan sepakbola di Tasikmalaya, Wandiana mengaku, hingga saat ini masih diinventarisir di Bidang Penataan, Pengelolaan keuangan, dan Aset Desa.

Dia menuturkan, dalam inventarisir ini, setiap desa wajib melaporkan tentang pertanggungjawaban kaitan dengan program di desanya yang di dalamnya terdapat empat indikator, di antaranya kaitan dengan pelaksanaan pemerintahan, pembangunan, kemasyarakatan serta pemberdayaan.

'"Pertanggungjawaban disajikan dalam laporan statistik dari tiap desa, dilaporkan untuk infrastruktur sekian, pembedayaan masyarakat sekian. Dalam Undang-undang Desa, indikator-indikator itu wajib dilaporkan, "ungkapnya.

Pihaknya mengharapkan setiap desa bisa berinovasi dalam memanfaatkan dana desanya. Menurut Wandiana, penggunaan dana desa yang diarahkan pada kegiatan pemberdayaan masyarakat dan pemberdayaan ekonomi desa seperti membangun lapangan sepakbola atau yang lainnya bisa memberikan pemasukan bagi desa karena bisa disewakan.

"Nah di Bandung Barat diarahkan sesuai potensi desa, yang jadi prioritas di tiap desa berbeda-beda, disesuaikan dengan potensinya. Contoh di Kecamatan Lembang, karena banyak air maka tak mungkin dana desa digunakan dengan kaitan pembangunan irigasi. Berbeda dengan Kecamatan Cihampelas, dana desanya dikonsentrasikan untuk pengadaan air, atau di Rongga, kaitan dana desanya untuk pemberdayaan dan pengentasan kemiskinan," pungkasnya. 

Baca Lainnya