Rabu, 10 Januari 2018 19:02

Dear Pemprov Jabar, DPD Minta Double Track Segera Dibangun di Leuwigajah Cimahi

Ditulis Oleh Fery Bangkit 
Kemacetan di jembatan Leuwigajah sudah kritis.
Kemacetan di jembatan Leuwigajah sudah kritis. [Net]

Limawaktu.id,- Aceng Fikri, Anggota DPD RI meminta Pemerintah Provinsi Jawa Barat segera merealisasikan pembangunan double track di Leuwigajah, Kota Cimahi.

Pasalnya, kemacetan di jembatan sekitar Leuwigajah dinilai semakin parah. Jembatan tersebut merupakan akses jalan provinsi yang menghubungkan Kota Cimahi, Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat.

"Saya mendapat permintaan untuk meninjau kondisi lalu lintas di Bundaran Leuwigajah arah Nanjung dan Kerkoff atau sebaliknya. Memang mengalami kemacetan yang sudah sangat kritis," tutur Aceng Fikri, ketika mengunjungi Kantor Pemerintah Kota Cimahi, Jln. Rd. Demang Hardjakusumah, Rabu (10/1/2018).

Aceng mengatakan, selain volume kendaraan yang semakin bertambah seiring waktu, faktor lain yang menjadi penyebab kemacetan di sekitaran Leuwigajah karena terbatasnya lebar ruas jembatan dan karakter jembatannya yang menyempit atau 'bottle neck'.

"Memang urgensi kebutuhannya sudah sangat mendesak. Makanya kami mendorong kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat, agar segera melakukan kajian dan pelaksanaan fisik pembangunan Double Track disitu," lanjutnya.

Sementara itu, Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Cimahi, mengakui jika pemangkasan anggara di Provinsi Jawa Barat pada tahun 2017 kemarin menjadi kendala realisasi pembangunan Double Track Leuwigajah.

"Pada tahun ini kami sudah membuat shopping list yang akan diajukan ke provinsi, mengenai kebutuhan apa saja yang harus disediakan di Cimahi, salah satunya kebutuhan mendesak jembatan Leuwigajah itu," ungkap Sekretaris Bappeda Kota Cimahi, Chanifah Listiyarini.

Ia melanjutkan, Pemerintah Kota Cimahi sudah beberapa kali mengajukan pembuatan jembatan baru ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat, namun upaya tersebut tak kunjung terealisasi.

Alasannya ialah pengajuan pertama gagal karena anggarannya dialihkan untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016, pengajuan selanjutnya juga dibatalkan lagi karena anggarannya dialihkan untuk tata kelola SMA/SMK.

"Tahun kemarin karena ada pemangkasan juga, dan yang lebih tahu tentu internal mereka. Tapi intinya kita akan dorong di tahun ini mau tidak mau harus segera dilaksanakan walaupun hasil finalnya belum bisa diketahui," pungkasnya. (kit)