Jumat, 9 Februari 2018 13:52

Dear Pedagang, Catat Nih Janji Ajay Soal Pembangunan PAB

Reporter : Fery Bangkit 
Lahan Pasar Atas Barokah.
Lahan Pasar Atas Barokah. [Limawaktu]

Limawaktu.id,- Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna menjanjikan pembangunan pasar Atas Barokah (PAB) akan dilaksanakan tahun 2018.

Jika sesuai rencana, lelang fisik pembangun yang sempat mangkrak satu tahun lebih itu akan dilakukan akhir Februari ini. Pagu anggaran yang disiapkan mencapai Rp 57 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Cimahi.

"Lelang fisik segera dilakukan supaya tahun 2018 selesai, kalau enggak selesai terus pusing jadinya," kata Ajay saat ditemui di Komplek Pemkot Cimahi Jalan Rd. Demang Hardjakusumah Kota Cimahi, Kamis (8/2/2018).

Menurutnya, perencanaan PAB sudah hampir selesai dengan cukup ideal. Fasilitas yang disediakan akan sesuai dengan kebutuhan para pedagang dan pembeli.

"Saya ingin fasilitas penunjang jangan setengah-setengah," ujarnya.

Seperti diketahui, pembangunan fisik awal PAB dimulai sejak era kepemimpinan Atty-Suharti-Sudiarto pada akhir tahun 2016 lalu. Namun, memasuki tahun 2017, pembangunan tidak dilanjutkan dengan berbagai alasan.

Wacana dan alasan terus dikemukakan Pemerintah Kota Cimahi terkait pembangunan lanjutan PAB yang urung direalisasikan. Akhirnya, sepanjang tahun 2017, Pemerintah Kota Cimahi hanya bergelut dalam perencanaan dan review anggaran.

Kepala Dinas Perdagangan Koperasi UMKM dan Perindustrian (Disdagkoperin) Kota Cimahi Adet Chandra menjelaskan, hasil review perencanaan anggaran yang dilakukan pihaknya memangkas cukup besar anggaran.

Awalnya, untuk menyelesaikan PAB, pihaknya membutuhkan dana mencapai Rp 90 miliar rupiah. Namun, setelah dilakukan review, akhirnya anggaran bisa dipangkas dan disepakati sebesar Rp 57 miliar.

"Hasil review perencanaan menyebabkan nilai anggaran dipangkas. Jadinya kita pilah fasilitas mana yang paling dibutuhkan, kalau ada yang terlalu mewah dicoret. Yang penting fungsinya dan bisa segera dipakai kegiatan perdagangan," jelas Adet.

Dikatakannya, lapak yang disediakan di PAB nanti cukup untuk mengakomodir seluruh pedagang yang terkena dampak kebakaran dan Pedagang Kaki Lima (PKL) nakal.

"Dalam lantai dasar bisa muat sekitar 500 pedagang sehingga bisa kita akomodir keinginan berjualan di lantai yang sama," ucapnya.