Jumat, 3 Juli 2020 16:34

DBD Renggut 1 Nyawa Warga Cimahi, Ini Cara Pencegahannya!

Reporter : Fery Bangkit 
Petugas Saat Melaksanakan fogging.
Petugas Saat Melaksanakan fogging. [Foto istimewa]

Cimahi - Bukan hanya virus corona atau Covid-19 yang patut diwaspadai, masyarakat Kota Cimahi juga selalu diingatkan untuk waspada terhadap ancaman Demam Berdarah Dangue (DBD).

Sebab, bulan Mei tercatat ada seorang anak perempuan berusia 8 tahun asal Kelurahan Setiamanah, Kecamatan Cimahi Tengah yang meninggal akibat virus dangue yang ditularkan nyamuk aedes aegypti.

"Iya betul ada yang meninggal kena DBD, perempuan berusia 8 tahun. Kondisinya sudah syok," terang Kepala Seksi Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Menular pada Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Romi Abdurahkman melalui staffnya, Eka Febriana, Jumat (3/7/2020).

Tercatat hingga Mei 2020, kasus DBD di Kota Cimahi telah menyasar terhadap 214 warga Kota Cimahi. Rinciannya, Januari ada 55 kasus, Februari ada 59 kasus, Maret ada 42 kasus, April ada 40 kasus dan Mei 18 kasus. Berdasarkan data tersebut, kasus DBD di Cimahi cenderung menurun.

"Mengingat masa penularan sih mestinya udah di curva turun," ucapnya.

Meski begitu, kata dia, masyarakat tetap harus waspada sebab DBD sukar untuk diprediksi. Apalagi, kata dia, Kota Cimahi merupakan daerah endemis DBD, yang artisnya selalu ada temuan setiap tahunnya

"Jadi memang Cimahi ini setiap tahunnya selalu ada kasus DBD, jadi kita endemis," jelasnya.

Cara yang paling mudah dan efektif untuk mencegah penularan DBD, imbuhnya, masyarakat tetap harus
menjalankan Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik, yang bertugas untuk melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di rumahnya masing-masing.

"Bukan cuma rumah, tapi juga di halaman sekitar rumah. Soalnya saat ini kalau bukan kita sendiri (melakukan PSN), enggak akan ada yang meriksa. Jadi periksa jentik di rumah sendiri," imbuhnya.

Jentik nyamuk biasanya berkembangbiak dalam genangan-genangan air. Menurutnya, jika masyarakat menjalankan PSN di rumahnya masing-masing, seperti tidak membiarkan adanya genangan air, kasus DBD pun bisa dicegah.

"Insya Alloh kalau masyarakat menerapkan gerakan, enggak akan terlalu melonjak," sebutnya.

Untuk fogging, lanjutnya, akan tetap dilakukan berdasarkan hasil verifikasi Puskemas di lapangan. Namun pelaksanaan fogging akan disesuaikan dengan anjuran terkini seputar pencegahan Corona Virus Disease (Covid-19).  Seperti menggunakan masker dan physical serta social distancing.

"Kalau memang membutuhkan dan dirasa perlu (baru fogging) dilaksanakan dengan mengutamakan tidak ada kerumunan," pungkasnya.

Baca Lainnya

Topik Populer

Berita Populer