Selasa, 29 Mei 2018 14:33

Dansektor 21 Citarum Harum: Pabrik di Cimahi jangan Kucing-kucingan

Reporter : Fery Bangkit 
Dansektor 21 Citarum Harum, Kolonel Inf Yusef Sudrajat Memimpin Apel Sebelum melakukan Pengecekan IPAL di PT Leuwitex, Jln. Cibaligo, Selasa (29/5/2018).
Dansektor 21 Citarum Harum, Kolonel Inf Yusef Sudrajat Memimpin Apel Sebelum melakukan Pengecekan IPAL di PT Leuwitex, Jln. Cibaligo, Selasa (29/5/2018). [Limawaktu]

Limawaktu.id,- Dansektor 21 citarum Harum Kolonel Inf Yusef Sudrajat meminta semua pabrik Cimahi tidak kucing-kucingan dalam membuang limbah.

Dia menegaskan, pembuangan limbah harus melalui Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), agar limbah yang keluar ke aliran sungai tidak mengandung zat-zat berbahaya.

Baca Juga : Peringati Hari Air Dunia, PMPR Indonesia Gelar Kegiatan dukung Citarum Harum

"Untuk pabrik, jangan kucing-kucingan. Jangan pas hujan dikeluarkan yang kotor lagi," kata Yusef saat ditemui di PT Leuwitex, Jalan Cibaligo, Kota Cimahi, Selasa (29/5/2018).

Dikatakannya, pabrik-pabrik di Kota Cimahi sendiri menjadi penyumbang tercemarnya aliran Sungai Citarum. Akibatnya, kini sungai Citarum dianggap sebagai sungai terkotor di dunia.

Baca Juga : Bersihkan Kali Cipeujeuh sepanjang 2 km, Aksi Nyata dan Edukasi Masyarakat

Untuk itu, dirinya meminta agar pabrik-pabrik itu berkontribusi mengembalikan ekosistem Citarum seperti tahun 1980-an. Saat itu, airnya masih bisa dinikmati warga.

"Kembalikan ekosistem. Saya ingin Citarum bisa dinikmati," katanya.

Baca Juga : Dansektor 21 Citarum Harum Kepada Pabrik di Cimahi Soal Limbah: Agustus Harus Sudah Clear

Dikatakannya, masalah ekosistem menjadi kewenangannya. Sementara penindakan dan hukum menjadi kewenangan polisi dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat.

Kehadiran Dansektor 21 Citarum Harum bersama warga RW 9 dan RW 14 Kelurahan Utama, Kecamatan Cimahi Selatan untuk mengecek pembuangan limbah di pabrik tersebut. Pasalnya, beberapa hari terakhir ini, warga cukup terganggu dengan aroma bau yang diduga dari PT Leuwitex.

Baca Juga : Jurnalis Peduli Citarum Harum Kukuhkan Eksistensinya Dengan Berbadan Hukum

Setelah dilakukan pengecekan, prosedur pembuangan IPAL di PT Leuwitex dianggap sudah sesuai. Sementara soal keluhan warga, pihaknya akan menindaklanjuti permintaan tersebut.

"Kami tetap akan lakukan perbaikan berkelanjutan," kata Zenzen, Manager Teknik dan Bisnis Improvement PT Leuwitex.

 

Baca Lainnya