Limawaktu.id,- Dansektor 21 citarum Harum Kolonel Inf Yusef Sudrajat meminta semua pabrik Cimahi tidak kucing-kucingan dalam membuang limbah.
Dia menegaskan, pembuangan limbah harus melalui Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), agar limbah yang keluar ke aliran sungai tidak mengandung zat-zat berbahaya.
"Untuk pabrik, jangan kucing-kucingan. Jangan pas hujan dikeluarkan yang kotor lagi," kata Yusef saat ditemui di PT Leuwitex, Jalan Cibaligo, Kota Cimahi, Selasa (29/5/2018).
Dikatakannya, pabrik-pabrik di Kota Cimahi sendiri menjadi penyumbang tercemarnya aliran Sungai Citarum. Akibatnya, kini sungai Citarum dianggap sebagai sungai terkotor di dunia.
Untuk itu, dirinya meminta agar pabrik-pabrik itu berkontribusi mengembalikan ekosistem Citarum seperti tahun 1980-an. Saat itu, airnya masih bisa dinikmati warga.
"Kembalikan ekosistem. Saya ingin Citarum bisa dinikmati," katanya.
Dikatakannya, masalah ekosistem menjadi kewenangannya. Sementara penindakan dan hukum menjadi kewenangan polisi dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat.
Kehadiran Dansektor 21 Citarum Harum bersama warga RW 9 dan RW 14 Kelurahan Utama, Kecamatan Cimahi Selatan untuk mengecek pembuangan limbah di pabrik tersebut. Pasalnya, beberapa hari terakhir ini, warga cukup terganggu dengan aroma bau yang diduga dari PT Leuwitex.
Setelah dilakukan pengecekan, prosedur pembuangan IPAL di PT Leuwitex dianggap sudah sesuai. Sementara soal keluhan warga, pihaknya akan menindaklanjuti permintaan tersebut.
"Kami tetap akan lakukan perbaikan berkelanjutan," kata Zenzen, Manager Teknik dan Bisnis Improvement PT Leuwitex.