Selasa, 8 Mei 2018 17:56

Dansektor 21 Citarum Harum Kepada Pabrik di Cimahi Soal Limbah: Agustus Harus Sudah Clear

Reporter : Fery Bangkit 
Dansektor 21 Satgas Citarum Harum Kolonel Inf Yusep Sudrajat saat menggelar Inspeksi Mendadak (Sidak) di PT Matahari Sentosa dan PT Matahari Sentosa Jaya.
Dansektor 21 Satgas Citarum Harum Kolonel Inf Yusep Sudrajat saat menggelar Inspeksi Mendadak (Sidak) di PT Matahari Sentosa dan PT Matahari Sentosa Jaya. [Limawaktu]

Limawaktu.id,- Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman (Menko Maritim) mengintruksikan pabrik di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) citarum agar memperbaiki Instalasi Pengelolaan Air limbah (IPAL) dalam tiga bulan ke depan. Termasuk di Cimahi.

Sikap itu dilakukan sebagai implementasi dari Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum.

Baca Juga : Demi Citarum Harum, Pramuka Jabar Terjunkan Anggotanya

Tenggat waktu bagi pabrik untuk memperbaiki IPAL tersebut kembali ditegaskan Komandan Sektor (Dansektor) 21 Satgas Citarum Harum Kolonel Inf Yusep Sudrajat usai menggelar Inspeksi Mendadak (Sidak) di PT Matahari Sentosa dan PT Matahari Sentosa Jaya, Jalan Joyodikromo, Kelurahan Utama, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Selasa (8/5/2018).

Dikatakannya, Sidak kali ini untuk melihat sejauh mana implementasi dari perusahaan di Kota Cimahi terkait perintah dari Menko Maritim.

Baca Juga : Pabrik Nakal di Dayeuhkolot Tetap Buang Limbah, Program Citarum Harum Dicuekin

"Setelah saya lihat, belum ada perubahan warna air. Air keluar masih berwarna," katanya, Selasa (8/5/2018).

Ditegaskan Yusep, pihaknya meminta agar pabrik di Kota Cimahi yang berjumlah 500 lebih untuk memperbaiki IPAL dalam kurun waktu tiga bulan, sesuai perintah Menko Maritim.

Baca Juga : Spektrum Citarum Tanam Bunga di Situ Cisanti

Artinya, jika dihitung, pabrik hanya memiliki waktu hingga bulan Agustus mendatang untuk memperbaiki IPAl-nya. Pihaknya pun akan melakukan pengecekan ulang untuk memastikan limbah yang dibuang sudah tidak berwarna lagi.

"Agustus harus clear. Pabrik mengeluarkan limbahnya harus sudah baik, sehingga Sungai Citarum sudah bening semua," tuturnya.

Baca Juga : Peringati Hari Air Dunia, PMPR Indonesia Gelar Kegiatan dukung Citarum Harum

Jika dalam waktu tiga bulan pabrik di Cimahi masih berkelakuan sama, maka pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak penegak hukum dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat.

"Kalau 3 (tiga) bulan masih kotor, saya laporkan nanti ke kepolisian. Kita sudah ingatkan," tandasnya.

Sejauh ini, Sektor 21 Citarum Harum telah menciduk 11 pabrik di Cimahi dan delapan pabrik asal Kabupaten Bandung. Total 19 pabrik itu kedapatan membuang limbah langsung ke aliran sungai.

Bahkan, salah satu pabrik di Cimahi, yakni PT CM 2.000 sudah disegel dan ditutup oleh Polda Jabar.

Baca Lainnya