Senin, 3 Desember 2018 10:44

Dana Reses Musim Kampanye Naik, Tiap Dewan di Cimahi Dapat Segini

Reporter : Fery Bangkit 
ilustrasi
ilustrasi [istimewa]

Limawaktu.id - Masa reses ketiga atau masa persidangan ke-3 DPRD Kota Cimahi telah dimulai Sabtu (2/11/2018) dan berakhir pada Senin (3/11/2018). Reses kali ini bertepatan dengan masa kampanye PIleg 2019.

Sebab reses menjadi agenda wajib sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 12 tentang Tahun 2018 Pedoman Penyusunan Tata Tertib DPRD Provinsi, Kabupaten/Kota, maka reses pun pastinya menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Cimahi.

Di Kota Cimahi, anggaran untuk reses terakhir ini mengalami kenaikan dibandingkan dua reses sebelumnya. Uang rakyat yang digunakan reses kali ini mencapai Rp 88 juta per dewan. Sedangkan dua reses sebelumnya hanya Rp 82 juta per yang katanya wakil rakyat.

Jika dijumlahkan dengan semua Anggota DPRD Kota Cimahi yang mengikuti reses, yakni mencapai 45 orang, maka kas daerah yang harus dikucurkan untuk reses ini mencapai Rp 3,9 miliar.

Kepala Bagian Humas dan Protokol Setwan DPRD Kota Cimahi, Lili Kartiwa Mukharamsyah menjelaskan, kenaikan anggaran untuk reses terakhir ini disebabkan adanya penambahan panitia lokal. Penambahan panitia itu dilakukan disesuaikan dengan kebutuhan kebutuhan.

"Panitia lokal sekarang jadi 30 orang, nambah dari sebelumnya yang hanya 12 orang. (Jumlah 12 orang) itu kewalahan," kata Lili saat ditemui di DPRD Kota Cimahi, Jln. Djulaeha Karmita belum lama ini.

Selain untuk honor panitia lokal, anggaran reses juka digunakan untuk membiayai fasilitas reses seperti tenda, kursi, makanan dan minuman (mamin), seperangkat sound system dan membayar jasa peserta non Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau konstituen para Anggota DPRD.

Anggaran yang disiapkan untuk konstituen adalah Rp 50 ribu per orang dengan estimasi peserta maksimal 1.000 orang. "Satu orangnya Rp 50 ribu," ucap Lili.

Namun, lanjut Lili, tidak semua Anggota DPRD Kota Cimahi memanfaatkan uang negara untuk reses. Satu orang di antaranya tak mengikuti agenda reses, sementara satu orang lagi tak menggunakan uang rakyat untuk membayar jasa peserta non PNS.

Baca Lainnya