Kamis, 22 Maret 2018 14:14

Dana Desa Belum Cair Hambat Pembangunan Desa di Bandung Barat

Reporter : Fery Bangkit 
Ilustrasi.
Ilustrasi. [Pixabay]

Limawaku.id - Belum cairnya anggaran Dana Desa dan Penghasilan Tetap (SIltap) untuk 165 desa se-Kabupaten Bandung Barat berdampak langsung terhadap pembangunan di desa.

Ketua Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Bandung Barat Ahmad Soleh mengatakan, sebetulnya pihaknya sudah mendorong agar dana desa segera disalurkan. Namun, kata dia, masih ada tahapan yang harus dilalui.

"Keinginan kepala desa kan ingin secepatnya, cuma kan proses di kabupatennya lagi diproses," katanya saat dihubungi via sambungan telepon, Kamis (22/3/2018).

Dikatakannya, belum turunnya dana desa tersebut otomatis berpengaruh terhadap pembangunan desa. Hingga kini, aktifitas pembangunan dipastikan terhambat.

"Otomatis pembangunan baik insfratuktur dan pemberdayaannya kita belum bisa melaksanakan," ujarnya.

Kepala Desa Cibodas, Dindin Sukaya mengaku sudah tiga bulan terakhir penghasilan tetap perangkat desa belum cair. Meski hal itu tidak berpengaruh terhadap pelayanan kepada masyarakat. Namun, itu dirasakan penuh oleh perangkat desa sebab mereka mengandalkan dana tersebut.

"Keterlambatan DD mungkin dampaknya pembangunan menjadi terlambat. Tapi, kalau siltap belum cair, kasihan perangkat desa yang hanya mengandalkan dari situ," katanya.

Menurutnya, penghasilan tetap perangkat desa biasanya cair setiap satu bulan sekali. Namun, saat ini hingga tiga bulan belum cair.

Kepala Bidang Penataan dan Pengelolaan Desa DPMD Kabupaten Bandung Barat, Rambey, menjelaskan,  dana desa akan dicairkan pada bulan Maret 2018 sebesar Rp 198 miliar dan ADD sebesar Rp 115 miliar.

Sementara itu, untuk penghasilan tetap perangkat desa akan dicairkan jika persyaratan administrasi telah dipenuhi dan diverifikasi oleh kecamatan.

"Kalo sudah diverifikasi dan masuk langsung di proses, ini juga sudah ada beberapa kecamatan," jelasnya.

Baca Lainnya